Selamat datang di blog saya!

Topik yang kita bahas kali ini adalah :

Langkah-langkah, dan Tips Membuat SIM


(Khusus wilayah Tulungagung, semoga ada kesamaan dengan di wilayah anda)

Kali ini saya akan mencoba membahas mengenai langkah-langkah dalam membuat SIM, serta sedikit tips agar bisa lulus melewati ujian-ujiannya.

Pertama-tama, yang perlu disiapkan adalah:

1. KTP + Ballpoint warna hitam (yang anda yakin tidak akan habis untuk dipakai untuk mengisi formulir)

2. Umur harus sudah cukup.
---SIM C & A minimal 17 tahun
---SIM B I minimal 20 tahun
---SIM B II minimal 21 tahun

 3. Bawa uang untuk bayar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) SIM
(silahkan lihat topik yang berjudul "Sosialisasi PP No. 50 Tahun 2010")

Pembuatan SIM Baru memakan waktu kurang lebih 2 jam, jadi rekan-rekan sebaiknya menyiapkan hari yang tepat untuk mengurus SIM.

4. Berangkat menuju Satpas Polres Tulungagung dengan alamat Jl. Letjend. Suprapto No. 21, Kelurahan Bago - Tulungagung.

5. Sebelum masuk ke Satpas Polres Tulungagung, mampir ke Dokter yang kebetulan ada di seberang jalan untuk membuat Surat keterangan Sehat dari dokter.


6. Bawa surat keterangan Sehat tersebut ke dalam Satpas, menuju tempat FOTOCOPY. Fotokopilah KTP rekan-rekan di sana sebanyak 2 lembar.


7. Carilah LOKET FORMULIR, disana rekan-rekan menyerahkan KTP dan fotokopinya untuk dilakukan pengecekan identitas, dan serahkan juga Surat keterangan sehat dari dokter.


8. Apabila syarat alamat, umur, dan keterangan sehat sudah lengkap, rekan-rekan akan menerima formulir pendaftaran beserta map. Isilah denga lengkap formulir tersebut, seperti pada contoh yang sudah disediakan. (Khusus untuk perpanjangan SIM, tidak perlu isi formulir, langsung menuju langkah nomor 13)


9. Serahkan formulir yang sudah diisi dan berkas-berkasnya ke LOKET UJIAN TEORI. Pada loket ujian teori, rekan-rekan akan mendapatkan kartu antri. Lihat jadwal atau tanyakan kepada petugas, jam berapa ujian teori dimulai. Apabila jam ujian masih lama, rekan-rekan bisa santai menunggu di ruang tunggu, atau menikmati snack kecil (tidak gratis) di kantin yang sudah disediakan.


10. Saat petugas memanggil nomor antrian ujian teori rekan-rekan, masuklah ke dalam RUANG UJIAN TEORI.


Sistem ujian teori di Satpas Polres Tulungagung sudah menggunakan komputer, dimana rekan-rekan cukup menekan tombol pilihan jawaban dari soal yang ditampilkan di depan. 30 soal selesai, rekan-rekan akan bisa langsung mengetahui hasilnya lulus atau tidak (proses bisa sangat cepat karena yang menilai adalah komputer).
 (Bagi yang merasa belum belajar, klik dan download UU dan PP Lalu lintas)

 11. Apabila dinyatakan lulus, segeralah menuju ke LOKET UJIAN PRAKTEK. Setelah menulis nama dan alamat di buku mutasi ujian praktek, lihat jadwal atau tanyakan petugas gelombang ujian rekan-rekan akan diuji pada jam berapa.


12. Pelaksanaan ujian praktek untuk SIM golongan C akan dilakukan dalam 2 tahap, yaitu Ujian Praktek Dalam, dan ujian Praktek luar. Untuk golongan SIM selain C, hanya dilakukan ujian praktek dalam, yang akan dilakukan di Lapangan Rejoagung.

Saya coba rinci sedikit untuk ujian praktek SIM Golongan C

---Praktek Dalam
-----Ujian mengendarai motor lurus, dan berhenti di belakang garis. Ini menguji anda dalam hal berhenti di belakang garis marka jalan
-----Ujian balik arah 180 derajat dengan sudut yang kecil. Ini menguji keterampilan rekan-rekan saat akan balik arah di tengah jalan.
-----Ujian membentuk angka lingkaran kecil, angka 8, zig-zag. Ujian ini menguji keterampilan rekan-rekan dalam bermanuver berbagai besaran sudut, dan akan sangat berguna apabila suatu saat ada benda-benda yang terjatuh dari kendaraan di depan rekan-rekan.
-----Ujian jembatan timbang. Ujian ini menguji keseimbangan saat rekan-rekan berada pada permukaan yang tidak stabil.
-----Ujian praktek dalam tidak mentolerir apabila peserta menginjakkan kakinya ke tanah/lapangan lebih dari 3x, serta menjatuhkan tiang patok maksimal 1 patok. Jadi selama ujian (kecuali ujian berhenti), kaki harus selalu pada pijakan kendaraan, dan hindari menyentuh patok. Disini bukan diuji kecepatan, namun keseimbangan. Saya sering lihat peserta dengan gaya yang berlebihan, melakukan ujian dengan cepat, tapi setiap manuver, kaki nya selalu saja menginjak tanah, sama saja, hasilnya GAGAL.

---Praktek luar. Dalam ujian praktek luar, rekan-rekan akan diuji bagaimana sikap rekan-rekan menghadapi rambu, marka, dan alat pemberi informasi lalu lintas (traffic light). Tips dari saya adalah:

1. Pastikan tali helm dikatikan dengan baik
2. Pastikan lampu utama menyala (bukan lampu senja/lampu jauh)
3. Pastikan rekan-rekan tidak ada yang menginjak garis marka membujur yang tidak terputus (penjelasan mengenai marka bisa dibaca di topik yang berjudul "Apa itu Rambu, Apa itu Marka?"
4. Pastikan rekan-rekan berjalan berdampingan, tidak ada yang mendahului.
5. Apabila memasuki tikungan, usahakan 50m sebelumnya sudah menyalakan lampu penunjuk arah (rating/lampu sein)


Untuk ujian SIM Golongan A, akan diuji zig-zag, parkir maju, dan parkir mundur. Tips dari saya, bagi rekan-rekan yang baru belajar mengemudikan kendaraan Roda 4, jangan terburu-buru bisa bawa mobil kencang. Namanya menginjak pedal gas, anak kecilpun bisa, tapi yang utama adalah:
- Mengemudikan lurus
- Berhenti di tanjakan, dan berjalan kembali tanpa 1cm pun mundur
- Memahami 3 jenis rem
- Parkir mundur, maju, dan serong
- Bisa mengganti ban serep sendiri
- Dan selalu menggunakan sabuk keselamatan (kendaraan yang dilengkapi air bag, tidak akan aktif kalau sabuk tidak dipasang, saat kecelakaan)


13. Apabila dinyatakan lulus ujian praktek, baik praktek dalam dan praktek luar, bawa berkas rekan-rekan menuju ke LOKET BRI. Disana rekan-rekan akan dilayani oleh petugas dari Bank BRI langsung, jadi Polri tidak berurusan dengan keuangan sama sekali. Bayarlah PNBP SIM disana.


14. Setelah bayar, bawa bawa berkas dan bukti pembayaran ke dalam, ke ruang ENTRY DATA & FOTO SIM.

(Satpas kami memang senyaman di rumah sendiri,
jadi jangan heran kalau bapak yang sedang mengantri action nya seperti ini)

 (Serahkan berkas, dan ambil nomor antrian.)

Mengantrilah di ruang Satpas kami yang sudah full AC, full hiburan (ada TV 1 unit), dan full pemandangan (bisa lihat-lihat orang yang sedang difoto SIM).


15. Setelah nomor antrian anda dipanggil oleh mesin pemanggil otomatis kami, masuklah ke ruangan FOTO SIM, pastikan diri anda sudah siap menghadapi kamera. Apabila masih kurang yakin, kami juga menyediakan alat untuk meningkatkan rasa percaya diri anda, kami letakkan di samping pintu masuk ruang foto, namanya "Kaca" dan "Sisir".
Foto SIM disarankan menggunkan baju berkerah, apabila tidak berkerah, kami juga sudah menyiapkan baju kemeja (tidak untuk dibawa pulang).

Proses foto SIM:

---Konfirmasi bahwa data yang diketik petugas sudah benar. Petugas akan membacakan, atau menunjukkan layar monitor data diri rekan-rekan yang akan dicetak di SIM. Kalau ada salah satu huruf saja, langsung protes! Karena protes salah ketik setelah SIM sudah dicetak tidak akan kami layani.
---Mengambil sidik jari secara digital
---Mengambil tanda tangan secara digital
---Mengambil gambar wajah anda secara digital (foto)


16. Selesai proses foto, dipersilahkan menunggu lagi sampai SIM tercetak. Nama anda akan dipanggil untuk mengambil SIM yang sudah jadi, beserta menandatangani akhir proses yang menyatakan bahwa SIM sudah diambil oleh pemiliknya.


17. Selesai proses anda dipersilahkan untuk memasukkan nomor antrian di kotak "Point of Service", serta menulis buku pengaduan apabila ada keluhan atau protes terhadap pelayanan kami.

(Yang pegang kunci hanya Kasat Lantas)

(Tulis keluhan anda disini)

Demikian langkah dan tips-tips yang ingin saya bagi kepada rekan-rekan yang kebetulan berada di Tulungagung. Semoga setelah membaca tips ini, rekan-rekan yang hendak mengurus SIM tidak ada niat untuk mencari calo atau kenalan Polisi untuk memudahkan proses pembuatan SIM. Pembuatan SIM sebenarnya mudah, yang sulit adalah apabila rekan-rekan datang kepada kami belum belajar, baik belajar aturan lalu lintas, maupun belum menguasai benar kendaraan yang akan diujikan.

Semoga bermanfaat.




TAMBAHAN :

- Apabila anda tidak lulus baik dalam ujian teori maupun praktek, dalam aturan ditetapkan anda harus kembali dalam waktu 2 minggu, namun hal ini fleksibel dan cenderung ujian ulang di Satpas Polres Tulungagung dilaksanakan di bawah 2 minggu.

- Untuk proses pembuatan/perpanjangan SIM golongan A Umum, B I Umum, B II, dan B II Umum, sebelum ke Satpas harus membuat Sertifikat Klinik Mengemudi di Subbag Lantas Kediri (Jl. Hasanudin No. 31 Kediri)

- SIM yang mati lebih dari 12 bulan, perpanjangannya harus melewati ujian ulang.

PERINGATAN:

Teknik yang sering digunakan calo:

1. Untuk calon korban yang mau mengurus SIM Baru. Calo akan memberi tanda di map, lalu dibuat seolah-olah dengan tanda tersebut kelulusan rekan-rekan dapat dijamin. Calo tidak akan meminta uang saat itu, namun apabila rekan-rekan lulus dan mendapat SIM, dia akan menunggu di depan Satpas untuk menagih secara halus. Kalaupun ternyata tidak lulus, dan rekan-rekan mau protes kepada dia, dia akan berdalih bahwa Polisi nya tidak melihat tanda yang dibuatnya. Jadi intinya, selama ini banyak sekali yang dibodohi oleh calo, padahal kelulusan sudah di tangan masing-masing, mengingat ujian teori diperiksa oleh komputer,dan ujian praktek ditonton oleh orang banyak.

2. Untuk calon korban yang mau mengurus SIM Perpanjangan. Sama dengan gaya di atas, dia akan bergaya bahwa tanda yang telah diberikannya di map berkas rekan-rekan, adalah kunci supaya rekan-rekan tidak diuji ulang. Selesai mendapat SIM, dengan 'penuh suka cita' korban langsung mencari calo tersebut dan mengucapkan terima kasih, plus memberi uang terima kasih yang lumayan. Padahal.............. yang namanya perpanjangan SIM tidak perlu ujian ulang.

3. (Gaya nomer 3 adalah gaya pengembangan calo, setelah mungkin ada calo yang membaca tulisan saya, mereka akan memodifikasi lagi gaya mereka supaya mereka dapat terus mencari makan di tengah ketidaktahuan masyarakat masalah pembuatan SIM.)

Calo SIM adalah salah satu penyakit masyarakat, yang namanya penyakit tidak dapat dimusnahkan, hanya dapat dihindari. Berusahalah untuk hidup "sehat" setelah membaca blog saya.

23 komentar:

  1. Nice info, ditunggu lagi info yang kayak gini. Oh ya, mohon digalakkan kembali penyuluhan tertib lalu lintas bagi anak-anak sekolah. Saya amati, hampir separuh anak sekolah (SMA/SMK/mahasiswa) mengendarai kendaraan sendiri (terutama motor). Mereka sering melanggar rambu lalu lintas dan berkelaukuan kurang tertib di jalan (bisa membahayakan diri sendiri/orang lain). Mungkin mereka balum tahu aturannya, sehingga perlu diberi penyuluhan - kerjasama dengan pihak sekolah. Dulu, waktu saya SMA (di Klaten) sering ada penyuluhan dari kepolisian tentang tertib lalu lintas dan penyalahgunaan narkoba, kalau gak salah 1x setahun. Terimakasih..... :)

    BalasHapus
  2. Yth Bapak Bratasena, yang saya sesalkan selama ini POLRI belum membentuk SIM Online, jadi untuk bikin SIM baru tidak harus di kota sesuai KTP karena saya bekerja di luar daerah dan untuk bikin SIMM harus pulang ke tempat asal (Sesuai KTP) tapi sangat disayangkan kerjaan saya tidak mendukung untuk pulang dulu dan bikin SIM....hanya masukan saja bagaimana kalo POLRI segera mungkin untuk menciptakan software/database yg bisa mengatasi persoalan seperti saya.

    BalasHapus
  3. Salut atas prakarsanya untuk memsosialisasikan kepada masyarakat. Semoga segera diikuti oleh Kepolisian di daerah lain.

    BalasHapus
  4. Pak, sampai sekarang saya masih bertanya-tanya dan pernah saya tanyakan ke anggota kepolisian... Tapi yang ditanya juga bingung... Kenapa ujian praktek SIM C mesti harus zig zag... Padahal jalan raya kan lurus... nggak zig zag.. Saya merasa pembuat undang2 tentang ujian lalu lintas ini melucu... REVISI UNDANG-UNDANG LALU LINTAS aja Pak.. Anda berani ambil inisiatif ga? Yaa..semacam memutus rantai komando apa salahnya Pak... cuma sekali-sekali tapi punya dampak.. Bagaimana Pak? Anda Berani..?? kalau Anda berani melaksanakan usul saya dan berhasil, mata rakyat Indonesia akan memandang kepada Anda dengan penuh rasa terimakasih... BERANI PAK..??? Saya tunggu gebrakan seorang I Gede Nyoman Bratasena... Sekalian blog Anda ini saya share di forum2 internet...

    BalasHapus
  5. kenapa ga diberantas saja calonya pak? (diusir gitu)
    kok bisa masih ada calo dilingkungan sana?
    harusnya di tempat seperti itu bisa steril dari orang asing kecuali pembuat sim serta orang yg berkepentingan.

    BalasHapus
  6. @kangban: terima kasih pak. untuk penyuluhan sudah dilaksanakan pak, karena keterbatasan pasukan, mungkin bagi sma-sma/smp-smp/universitas-universitas yang ingin meningkatkan ketertiban anak didiknya dalam hal berlalu lintas bisa langsung meminta melalui surat resmi kepada Kapolres setempat.

    @boyan: betul pak, mohon bersabar yah pak.. saat ini kami fokus untuk meng online kan samsat-samsat dalam satu wilayah propinsi. Ke depan pasti akan online semua... Semua sistem online saat ini agak sedikit terganggu karena identitas utama (KTP) sampai sekarangpun belum online di seluruh republik, jadi identitas sekunder seperti SIM ini agak sedikit terhambat.

    @Mulyoso: Terima kasih banyak pak

    @Zul: Bukan pak, saya yakin anggota DPR kita yang meracik Undang-undang tidak sedang melucu, karena kalau melucu produk yang dihasilkan bukanlah undang-undang, tapi buku komik sejenis Sinchan. Bentuk ujian zig-zag adalah untuk menguji reaksi pengendara apabila menghadapi halangan mendadak di depannya, seperti misalnya ada truk yang bak belakangnya terbuka tanpa sengaja dan menjatuhkan beratus-ratus telur beserta ayamnya, apakah saat itu pengendara di belakangnya tetap bergerak lurus? Padahal kondisi jalan tetap lurus loh... Nah, jadi percayalah, yang membuat soal ujian atau Undang-undang jauh lebih berpengalaman daripada kita semua. Tom Cruise saja dalam filmnya Mission Impossible tidak akan bisa bergerak selincah itu saat naik motor, kalau dia belum pernah diuji zig-zag oleh penguji SIM disana.

    @A. Wibawa: Dalam lingkungan satpas, sudah steril pak, tapi di luar lingkungan satpas itu wilayah umum, orang bebas berusaha di luar, baik usaha negatif maupun positif. Jadi kami selalu berharap kepada pemohon SIM agar langsung masuk, tanpa perlu berhenti di luar sambil cari kenalan/calo. Calo ada karena masyarakat sendiri yang tidak pernah percaya diri saat akan mengurus SIM.

    BalasHapus
  7. Wah makasih pak infonya, amat sangat bermanfaat bagi calon pemohon SIM baru melalui jalur resmi. Sayangnya di SAMSAT Yogyakarta menggunakan sistem manual dan di periksa oleh petugas di depan pemohon dengan standar kelulusan 20 poin. Padahal ini dah tahun 2011 tapi belum menerapkan teknologi IT.
    Waktu itu saya mau protes sedikit mengenai jawaban saya, tapi ga berani pak :)

    Maaf kalo keluhan saya utarakan di blog bapak, soalnya saya dah capek browsing tapi tidak menemukan satupun blog yang mengarah ke SAMSAT DIY.

    Terima kasih,

    BalasHapus
  8. @JaRuleD: Dipersilahkan aabila mau protes pak, namun pastikan bapak tau dasar dari protes bapak itu, mengacu pada UU / PP pasal berapa? (Silahkan download di blog saya, di bagian atas "UU dan PP"

    Samsat DIY monitor gak nih? Ada yang komplain nih... Hehehehe... :-D

    BalasHapus
  9. Pak Bratasena,saya ada masalah seperti ini...mohon solusinya...
    Saya mempunyai SIM C dari Polres Bantul Yogyakarta, selanjutnya saya pindah dan menetap di surabaya karena tuntutan pekerjaan, otomatis KTP saya juga berpindah.
    Ternyata di surabaya ternyata SIM saya hilang di curi orang,,yang tertinggal hanyalah fotocopiannya,,
    Pertanyaan saya :
    Bagaimana saya bisa memperoleh SIM C kembali? apakah saya harus membuat SIM C baru di surabaya dan pake ujian2 itu? atau saya bisa memperoleh SIM baru tanpa ujian (cabut berkas di tempat lama lalu dimasukkan ke tempat baru sesuai KTP baru?
    Mohon pencerahannya Pak...
    Terima Kasih....

    BalasHapus
  10. @dewi: Saya senang sekali dengan kata-kata di akhir pertanyaan mbak Dewi, "Mohon pencerahannya Pak..." Jadi rekan-rekan jangan protes yah kalau saya menobatkan diri di blog ini sebagai "Sang Pencerah"... Wkwkwkwkw...

    Gini Mbak Dewi...

    A. Kalau belum lewat 12 bulan dari habis masa berlaku SIM nya mbak, segeralah buat laporan polisi di Surabaya, bawa ke Bantul untuk melakukan proses cabut berkas, atau perpanjangan (mengingat SIM berlaku di seluruh wilayah NKRI). Kalau mau cabut berkas bisa saja, langsung minta proses mutasi SIM. Bawa berkas-berkasnya ke Satpas Surabaya di Colombo (daerah Tj. Perak)

    B. Kalau sudah lewat 12 bulan dari habis masa berlaku SIM, langsung aja buat baru di Surabaya mbak, soalnya sama aja... Kalau SIM yang mati diatas 12 bulan akan diadakan ujian ulang. Daripada bolak-balik, mending langsung buat di Surabaya.

    BalasHapus
  11. Thanks Pak atas pencerahannya...
    terkait point A, sepertinya saya harus cabut berkas aja de pak...
    kalo perpanjangan saya rasa g bisa karena KTP saya sudah tidak di bantul lg,bukan begitu pak??
    oh y pak, terkait mutasi SIM di polres lama, apakah dikenakan biaya administrasi untuk pencabutan berkas??
    kalo ada,nilainya di kisaran berapa y??
    terima kasih....

    BalasHapus
  12. @dewi: Sama-sama bu. Cabut berkas SIM tidak ada biayanya bu.

    BalasHapus
  13. Siang Pak...
    Sekadar berbagi info, waktu sy bikin SIM C di kota Kediri, sy pake jalur resmi.
    Kalau tidak salah bikin SIMC baru 90rb ya( udah lupa). Akhirnya saya megikuti tes kesehatan, tes tulis (menggunakan lembar jawaban/bukan komputer) dan lulus smua.
    Sampai pada tes praktik, zig-zag angka8 kaki saya menyentuh tanah 1x dan langsung dianggap gugur (padahal harusnya3x menyentuh tanah ya Pak?)
    Padahal yang ikut tes praktek 5 orang dan lima2 nya gugur semua....
    Akhirnya disuru balik 2 minggu lagi. Karena sy udah bekerja akhirnya saya pake jasa calo deh. Singkat cerita pake calo 200rb + biaya tes tulis ama tes kesehatan 20rb an(total 220rb)....

    Nah sekarang sy lagi mau bikin SIM A, tapi dari penglaman saya bikin SIM C itu jadi males ikut jalur resmi :( soalnya saya bekerja di Surabaya dan KTP saya Kediri.
    Pertanyaan saya gak bisa ya pak KTP Kediri bikin SIM A di Surabaya?

    Thank you

    BalasHapus
  14. pak...orang blitar boleh gak cari SIM di Tulungagung???

    BalasHapus
  15. @gareng: kalau mau men"cari" SIM, cari lah di tempat SIM tersebut hilang. Jangan hilang di Blitar tapi nyari nya di Tulungagung pak..

    :-D

    BalasHapus
  16. Pak mau tanya. SIM saya habisnya kan masih tgl 22 januari ini. tetapi hari ini saya mau perpanjang. apakah boleh perpanjang sim pada tagal sebelum masa berlaku sim habis???

    BalasHapus
  17. untuk bapak jaruled, emang kalo DIY bikin sim nya di samsat ya? hehe, saya kira di poltabes diy.


    mungkin untuk persyaratan selain pulpen hitam dan KTP (beserta foto kopinya) ditulis juga surat keterangan sehat dari dokter, karena bisa terjadi kesalahan persepsi bahwa surat keterangan harus dilakukan di polres. terimakasih

    BalasHapus
  18. @andatama: boleh, selama alasannya bisa diterima, misalnya kuliah atau kerja di luar kota, perpanjangannya baru bisa dilakukan saat ada libur, atau alasan2 mendesak lainnya.

    BalasHapus
  19. saya cuma mau share pengalaman temen saya mengurus SIM C di polres pasuruan.
    teman saya mengikuti jalur resmi dengan ujian2nya dan dinyatakan tidak lulus (petugas ditanya knp g lulus n salahnya dimana juga g bisa jawab) dia ditawari oleh petugas disitu harus bayar 250ribu kalau tidak mau ujian ulang dan dinyatakan lulus, dia tidak mau dan mengikuti ujian ulang sampai 3X dengan total biaya 250ribu akhirnya baru bisa bisa lulus......sedangkan teman saya yang satu lagi dengan calo biaya sama 250ribu ga usah capek2 antri langsung dapat SIM C.
    o iya setelah foto SIM nya g langsung jadi harus nunggu sekitar 2 hari n satu lagi dipaksa beli dompet untuk SIM seharga 5ribu kalo g beli dompet SIM g bisa diambil.......ini yang salah siapa apa kapolresnya tutup mata dengan hal ini

    BalasHapus
  20. @han: tidak ada yang salah pak, karena yang salah masuk penjara. Hehehehehe... Maap, becanda.. Kalau masalah itu, bapak bisa laporkan ke provost setempat pak, saya gak bisa bantu banyak.. Saya disini jawab-jawab masalah teknis ajah. Kalau komplin2, alangkah tepatnya kalau langsung ke ybs. Gak berani ke provost, pakailah media cetak atau TV lokal saja, biar pelayanannya cepat baik sesuai prosedur. Prosedur pembuatan SIM yang baik akan menghilangkan pungli, dan memastikan masyarakat yang datang kesana tanpa belajar UU Lalu lintas terlebih dahulu akan dipastikan TIDAK LULUS.
    (Sharing juga nih... Dulu di tempat saya, ujian SIM saya rubah dengan sistem komputer, jawabnya hanya tekan tombol. GAK ADA CELAH PUNGLI. Hasilnya? Satu hari sekitar 200 orang yang memohon SIM, hanya 20-30 yang bisa lulus pak. Hehehehe... Masyarakat komplin lagi deh di koran, bilangnya, buat SIM dipersulit.. Seru loh jadi pulisi..)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya mau tanya. kalau gagal di hari pertama, apa harus ulang lagi utk prosedur pembayaran bikin sim pas dateng ke 2 kalinya?

      Hapus
    2. tidak ada pembayaran sampai 2x. Anda akan diberi kwitansi dari BRI sebagai tanda anda sudah membayar. Pembayaran cukup satu kali, tapi ujiannya kalau gagal, bisa berkali-kali.

      Hapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

KOMENTAR, PERTANYAAN, SARAN, KRITIK

Apresiasi terhadap blog ini, kesan dan pesan kepada penulis silakan tulis di "BUKU TAMU"

Pertanyaan, Komentar, Kritik, silakan tulis di www.facebook.com/penulisblogpelayanmasyarakat

Facebooker yang menyukai blog ini

Terima kasih untuk jempol(like)-nya yah rekan-rekan.. Senang bisa berbagi..

Kecelakaan Diawali Pelanggaran

Loading...