Selamat datang di blog saya!

Topik yang kita bahas kali ini adalah :

Apa beda Penyidikan dan Penyelidikan?

.
Pertanyaan ini sering muncul apabila anda mendengar suara reporter berita di TV mengatakan bahwa "kasus masih dalam proses penyidikan..". Mungkin anda berpikir bahwa penyidikan dan penyelidikan adalah sama... Tentu tidak, berikut saya jelaskan langsung dengan contoh kasus agar mudah dipahami.

Mohon disimak contoh kasus berikut:

1. Ada laporan masyarakat kepada Polsek X, pukul 23:00, mengatakan di rumah A ada suara jeritan seorang wanita.

2. Petugas itu kemudian mendatangi rumah yang dimaksud, dan menemukan mayat wanita yang bersimbah darah tergeletak di atas kasurnya.

3. Kemudian petugas tersebut mengamankan TKP(Tempat Kejadian Perkara) lalu memanggil Polisi Fungsi Reserse untuk menangani ini.


4. Datanglah anggota reserse ke TKP,
- Mengambil gambar mayat
- Mengambil pisau yang tergeletak di sampingnya
- Mengambil rokok yang ada di asbak ruang tamu untuk dianalisa
- Mengambil gambar TKP dari 3 jarak

5. Selesai memproses TKP, petugas serse melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi, mencari barang bukti baru, mencari keterangan dari saksi ahli bila diperlukan, sampai melakukan pemeriksaan terhadap TSK(Tersangka). Semua proses dituangkan dalam produk tulisan yang dinamakan Berita Acara Pemeriksaan.

6. BAP selesai, kemudian diserahkan kepada Kejaksaan. Jaksa penuntut akan memeriksa BAP hasil buatan Polisi, lalu menentukan apakah sudah lengkap, atau belum syarat-syarat formil yang dibutuhkan untuk melakukan proses persidangan. Apabila ada yang kurang, BAP akan dikembalikan kepada Polisi untuk dilengkapi. Namun apabila sudah lengkap, tugas Polisi selesai di sini. TSK dan semua barang bukti diserahkan kepada Kejaksaan.

Selesai dahulu sampai sana, saya tidak akan melanjutkan sampai proses sidang.

Dari kasus di atas, akan saya bagi 2 bagian penting, yaitu:

1. PENYELIDIKAN, bagian yang menunjukkan proses penyelidikan adalah nomor 2. Jadi penyelidikan adalah tindakan kepolisian dalam menentukan ada tidaknya unsur pidana dari suatu kejadian. Mengapa dibutuhkan penyelidikan? Karena tidak semua kejadian yang dilaporkan mengandung unsur pidana, sebagai contoh 'kebakaran', beda dengan 'pembakaran'. Apabila diselidiki tidak ditemukan tanda-tanda kesengajaan, didukung saksi mengatakan bahwa kelalaian korban sendiri, maka proses tidak akan berlanjut ke tahap Penyidikan. Contoh di atas sangat jelas suatu tindak pidana.



Nomor 3 adalah TPTKP (Tindakan Pertama pada Tempat Kejadian Perkara), tujuannya membuat TKP berstatus quo, artinya tidak ada yang berubah sejak pertama kali ditemukan oleh Polisi. Apabila anda berada terlalu dekat dengan mayat, atau barang bukti, anda bisa dipandang sebagai TSK yang mencoba menghilangkan barang bukti. Jadi saya himbau apabila terjadi suatu kejadi seperti ini, mohon jangan terlalu dekat dengan TKP.


2. PENYIDIKAN, bagian yang menunjukkan proses penyidikan adalah nomor 4 sampai 6. Penyidikan adalah kegiatan Polisi dalam membuat terang suatu kasus yang terjadi dengan mengumpulkan alat bukti yang sah, baik berupa barang bukti, keterangan saksi, keterangan saksi ahli, surat, dsb.
Dapat diibaratkan apabila terjadi suatu kasus, Polisi diberikan mainan 'puzzle' (permainan menyusun kepingan2 kecil menjadi suatu gambar). Namun sulitnya, Polisi diberikan 'mainan' tersebut dalam ruangan yang gelap. Dengan berusaha menyidari ruangan, setiap 'kepingan2 puzzle' akan disusun, sampai akhirnya petugas mendapat gambaran persis 'gambar puzzle' yang diterimanya, dalam hal ini Polisi berusaha mendapatkan gambaran kejadian mulai dari awal, sampai akhir, siapa saja yang terlibat, siapa korban, dan sampai titik terakhir, siapa TERSANGKA'nya.



Demikian penjelasan singkat dari saya, jadi apabila lain waktu anda mendengar kata penyidikan, dan penyelidikan, anda akan paham sampai dimana Polisi bertindak...

Semoga bermanfaat.

10 komentar:

  1. Terimakasih untuk informasinya yang sangat bermanfaat. Beberapa jam lagi saya akan menghadapi Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Intelijen dan Investigasi Kejahatan. Dengan penjelasan tersebut, kini saya lebih paham beda penyelidikan dengan penyidikan.

    Hans
    -Kriminologi UI-

    BalasHapus
  2. Wah... Bahagia sekali saya, melalui blog ini ada yang merasa terbantu.

    Sukses ujiannya mas Hans!
    Selama ujian, saya harap mas tidak mencoba mengakses blog saya, saya tidak mau nanti dipanggil karena disangka telah berkomplot dengan mas dalam hal contek-menyontek.
    Huehehehe...

    Mas Hans, kalau berkenan saya minta alamat emailnya mas.. Mungkin kelak gantian saya yang akan banyak konsultasi masalah hukum.

    Sukses selalu mas Hans...

    BalasHapus
  3. Terima kasih Mas atas informasinya..

    Oh ya kalau polisi sedang melakukan kegiatan untuk memata-matai sudatu tindakan yang diduga ada unsusr tindak pidana, termasuk penyelidikan atau sudah tahap penyidikan...

    Pemantau Perdamaian
    AS

    BalasHapus
  4. Saat polisi sedang melakukan tindakan kepolisian dalam rangka menentukan apakah kejadian tersebut masuk dalam suatu tindak pidana atau bukan, itu disebut penyelidikan mas.

    Kalau polisi sudah yakin, kejadian tersebut memenuhi unsur pasal suatu tindak pidana, dan mulai melakukan tindakan kepolisian seperti pemanggilan, pemeriksaan, penahanan, dll.. Itu namanya penyidikan.

    Semoga jawaban saya bermanfaat mas..

    BalasHapus
  5. adi

    Alhamdulillah, saya sangat behagia sekali Mas dengan informasi yang anda berikan. semoga yang baca blog anda ini bisa lebih banyak lagi, syukur semua Warga Negara RI bisa baca Blog ini sehingga tidak ada kesalah pahaman lagi...

    BalasHapus
  6. terimakasih pak. informasinya sangat berguna sekali. :)

    BalasHapus
  7. akhirnya kebingungan saya selama ini terjawab sudah. Makasih banyak buat yang nulis

    BalasHapus
  8. @belajar menulis: terima kasih pak.. senang bisa berbagi.. :-)

    @chandra b: sama-sama pak.. :-)

    @nicoseda: terima kasih juga sudah mampir pak.. :-)

    BalasHapus
  9. wisnu


    malam pak, saya mau betanya...
    1. kalau petugas reerse itu datang ke TKP pakai seragam polisi ya pak?
    2. biasanya jika ada kasus pembunuhan penyelidikan dan penyidikannya di kepalai oleh reserse berpangkat apa?
    3. apakah reserse itu ada di setiap kantor polisi sperti polsek, polda polres dll?

    Terima kasih

    BalasHapus
  10. @wisnu: terima kasih atas pertanyaannya pak. Saya kebetulan menjadi blogger yang sangat beruntung pak, pertama saya mendapat pertanyaan seputar Reskrim, dan saat saya mau menjawab ini, ade saya Alex (Akpol 2006) setelah mampir ke blog saya, juga menawarkan jasa secara free untuk menjawab pertanyaan seputar Reskrim.
    Berikut adalah jawaban Alex:

    1. Mmmmm, sebelum njawab, numpang njelasin bentar yaak, seragam polisi tu macem2, mulai dari pdl ( yang kita liat waktu polisi jaga demo ), pdh ( polisi yang di kantoran pake ini nee ), sama yang seragamnya kayak warga biasa ( intel ama reskrim ) Jadeee, seragam polisi itu disesuein sama fungsinyaaa ...., kalo serse, yaaaa, seragamnya kayak orang biasa,kecuali yang lagi mriksa orang di kantor ( nah ini seragamnya biasanya kemeja putih bedasi, kayak orang kantoran )... Begitu cek tkp, biasanya anggota serse pake baju yang sedang melekat, soalnya, kita khan nggak tau kapan ada TKP, yang diutamakan ketanggapsegeraan ...cuman, biasanya ada tanda pengenal yang melekat, semacam lencana gituuuu

    2. Naaah, kalo ini tergantung besar kecil sama berat ringannya pembunuhan tersebut ( bahasa kerennya, tergantung intensitas kasus ). Yang mempengaruhi : jumlah korban, lokasi kejadian, modus operandi, sama kemampuan petugaaas ... Naaah, semua itu ditentuin sama kepala satuan wilayah setempat, kayak, kapolsek, kapolres ato kapolda

    3. Yup, fungsi itu secara resmi ada sampai tingkat polsek ... Tapi sebenernya "serse" itu sendiri melekat di tiap2 personil polisi broooo... Terutama untuk unsur penegakan hukum ... Kalo ada kejadian pencurian di depan mata kita bersama, masak petugas polisi bilang "gue nggak bisa nangkep, soalnya gue dinesnya di staff administrasi", nggak bisa gitu kan.... Peace ...

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

KOMENTAR, PERTANYAAN, SARAN, KRITIK

Apresiasi terhadap blog ini, kesan dan pesan kepada penulis silakan tulis di "BUKU TAMU"

Pertanyaan, Komentar, Kritik, silakan tulis di www.facebook.com/penulisblogpelayanmasyarakat

Facebooker yang menyukai blog ini

Terima kasih untuk jempol(like)-nya yah rekan-rekan.. Senang bisa berbagi..

Kecelakaan Diawali Pelanggaran

Loading...