Selamat datang di blog saya!

Topik yang kita bahas kali ini adalah :

TILANG

Apa yang paling dibenci oleh masyarakat kepada Polisi?

“Saat ditilang pak!”

Ya! Masih banyak masyarakat Indonesia yang menjawab demikian.
Oleh karena itu pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menulis kembali topik tentang tilang agar tidak salah kaprah apabila rekan-rekan ditilang oleh Polisi lalu lintas.

 Apakah itu TILANG?

Tilang adalah Bukti Pelanggaran. Fungsi TILANG itu sendiri adalah sebagai UNDANGAN kepada pelanggar lalu lintas untuk MENGHADIRI SIDANG di pengadilan negeri, serta sebagai TANDA BUKTI PENYITAAN atas barang yang disita oleh Polantas dari Pelanggar.

Apa saja yang boleh disita oleh Polantas?

Barang bukti yang boleh disita oleh Polantas adalah SIM, STNK, STCK, dan kendaraan bermotor.




  Selain 4 jenis barang bukti tersebut, Polantas dilarang menyita. Misalnya rekan-rekan tertangkap tidak membawa STNK, dan tidak memiliki SIM, maka Polantas akan menyita kendaraan rekan-rekan. Jangan rekan-rekan merayu Polantas untuk menyita KTP atau mungkin memberi jaminan HP ke pak Polantas, itu salah besar.

Bagaimana proses tilang itu sendiri bekerja?

Saya coba jelaskan proses yang terjadi di Unit Lantas Polsek yah rekan-rekan..

1. Tilang diambil oleh Bintara Tilang Polsek dari Satuan Lalu lintas Polrestabes Surabaya

 2. Masing-masing buku Tilang di cek kelengkapannya.

Satu buku tilang berisi 5 buah tilang. 
1 buah tilang terdiri dari 5 lembar warna.

 Warna MERAH untuk pelangggar

 Warna BIRU juga untuk pelanggar

 Warna HIJAU untuk Pengadilan
 Warna KUNING untuk arsip Polisi

 Warna PUTIH untuk Kejaksaan.
3. Setelah diperiksa, buku Tilang diberi stempel KESATUAN untuk menunjukkan Tilang tersebut digunakan oleh Kesatuan mana, serta stempel Staff untuk menandakan bahwa Tilang tersebut sah diketahui oleh Kapolsek.




Jadi apabila rekan-rekan ditilang, perhatikanlah stempel pada pojok kanan atas tilang tersebut untuk mengetahui Polisi Satuan mana yang telah menilang rekan-rekan. Hal ini berguna juga untuk menyelesaikan tilang dengan alternatif III yaitu titip denda. Sering terjadi kesalahpahaman pelanggar dimana dia ditilang oleh polsek lain atau anggota satlantas Polrestabes, namun datangnya ke Polsek Wonokromo.

4. Tilang digunakan dalam proses Razia




Apa yang harus saya lakukan saat kena tilang?

a. Pertama rekan-rekan harus tenang, jangan panik. Atur nafas, yakinlah bahwa tilang adalah bentuk TIPIRING atau Tindak Pidana Ringan, dimana umumnya sanksi yang dikenakan adalah DENDA, bukan PENJARA, jadi santai aja.

b. Parkir kendaraan di tempat yang aman, kunci stang bagi kendaran roda  dua. Kalau saat razia banyak pelanggar yang terjaring, tangan jahil bisa saja terjadi karena petugas polisi saat itu konsentrasi memeriksa kendaraan dan pengendara, jadi amankan kendaraan sendiri dulu.

c. Pastikan petugasnya membawa buku tilang. Langkah ini dibutuhkan untuk mengenali BAD COP. Polisi nakal seringkali tidak membawa buku tilang, hanya menakut2i pelanggar akan sidang, lalu mengajak damai.

d. Kalau sudah yakin yang menilang adalah Polantas yang baik tidak ada niat untuk melakukan pungli, rekan-rekan wajib mengetahui alternatif penyelesaian Tilang.

ALTERNATIF I

Pelanggar mengakui pelanggaran yang telah dilakukan, dan akan menyelesaikan perkara Tilang di PENGADILAN. Alternatif ini pelanggar akan menerima lembar warna MERAH

ALTERNATIF II

Pelanggar mengakui pelanggaran yang telah dilakukan, dan akan menyelesaikan denda Tilang di bank BRI. Alternatif ini, petugas akan menulis denda tertinggi yang dikenakan oleh UU pada lembar tilang, sehingga alternatif ini sekarang jarang diminta pelanggar karena untuk pasal SIM saja dikenakan denda sebesar 1 juta rupiah.  Namun apabila rekan-rekan memang memiliki uang yang cukup, silahkan minta alternatif II, dan rekan-rekan akan menerima lembar berwarna BIRU. Datang ke bank BRI dengan membayar denda MAKSIMAL disana, lalu bawa tanda bukti pembayaran ke satuan yang menilang.

ALTERNATIF III

Pelanggar mengakui pelangggaran yang telah dilakukan, dan akan menitipkan denda kepada petugas Polri. Alternatif ini ditujukan bagi pelanggar dari luar kota yang tidak memiliki waktu untuk menyelesaikan sidang di Pengadilan maupun di bank BRI. Alternatif ini sering memicu terjadinya pungli. Jadi kalaupun rekan-rekan memilih alternatif ini, pastikan petugasnya menulis identitas rekan-rekan di lembar tilang, jangan sampai uang rekan-rekan diambil, namun lembar tilang tidak ditulis. Alternatif ini rekan-rekan tidak akan menerima lembar tilang, karena saat itu juga barang bukti langsung dikembalikan. 
Namun, alternatif ini sering dijadikan bahan oleh media/LSM untuk menjatuhkan Polantas dengan mengambil gambar saat pelanggar menyerahkan/menitipkan uang kepada petugas. Untuk menghindari masalah tersebut, walau pelanggar memilih Alternatif III, penukaran barang bukti yang disita dengan uang titipan sidang harus dilakukan di kantor, sehingga tidak ada kesan paksaan petugas kepada pelanggar. Pelanggar bebas memilih apakah dia nitip denda kepada petugas Polri, atau kembali kepada Alternatif I.

ALTERNATIF IV

Pelanggar tidak mengakui pelanggaran yang ditujukan kepadanya, dan pelanggar tidak mau tanda tangan. Penyelesaian alternatif IV ini akan diselesaikan di pengadilan dengan mempertemukan petugas yang menilang dengan pelanggar yang merasa tidak bersalah. Penyelesaian alternatif ini, pelanggar akan menerima dua lembar sekaligus, yaitu MERAH dan BIRU. (bagi petugas Polantas, mohon camkan baik-baik, jangan pernah memaksa pelanggar untuk tanda tangan, pelanggar tidak wajib menandatangani lembar tilang, apabila dia ingin mengajukan banding di pengadilan)


5. Tilang yang digunakan oleh Polantas Opsnal dikembalikan kepada Bintara Tilang di Polsek untuk dikompulir, dan disetor dalam jangka waktu kurang lebih 1 minggu.

 6. Penyelesaian Alternatif III, pelanggar dapat datang ke satuan yang menilang, selama lembar Tilang dan Barang Bukti yang disita masih berada disana. Yang berlangsung di Polsek Wonokromo adalah:

a. Mulai tanggal tilang sampai dengan H-4 tanggal sidang, BB dan Tilangg masih di Polsek, pelanggar dapat menitipkan denda di Polsek. Besar denda yang diterapkan sama dengan yang diterapkan di Pengadilan.

b. Mulai H-3 sampai dengan h-1 tanggal sidang, BB dan Tilang sudah diserahkan ke satuan lebih atas, yaitu Satlantas Polrestabes Surabaya. Jadi bagi pelanggar yang mau nitip denda, datangnya ke Satlantas Polrestabes Surabaya bagian Tilang di Colombo.

c. Hari H atau tepat tanggal sidang, lembar tilang dan BB berada di Pengadilan, dan pelanggar menyelesaikan dendanya di pengadilan.

d. Apabila sampai hari H, rekan-rekan tidak punya waktu menyelesaikan Tilang, tidak masalah... Santai saja. Namun tilang dan BB sudah berpindah ke Kejaksaan. Jadi rekan-rekan menyelesaikannya disana.

 6. Tilang dikembalikan ke Sat Lantas Polrestabes lengkap dengan barang bukti atau uang titipan denda dari pelanggar.
  
Bagaimana saya tahu kapan saya ketemu GOOD COP, kapan saya bertemu BAD COP?

Gampang! Saat polisi menulis identitas rekan-rekan di  lembar tilang, saat itulah penindakan telah dilaksanakan dengan benar. Mengapa demikian? Satu lembar tilang itu ada nomor seri nya, 'gak bakal lari kemana-mana. Satu lembar tilang hilang, maka yang bertanggung jawab adalah Kanit Lantas dan Kapolseknya.

 Ah! Saya tetap tidak percaya kalau nitip denda kepada polisi, nanti juga masuk ke kantongnya.

Ya sudah, ambil saja lembar merahnya, datanglah ke pengadilan pada tanggal yang ditetapkan oleh petugas. (Alternatif I)

Kenapa sih harus ada razia?!

Razia lalu lintas itu tujuannya mulia loh rekan-rekan.
“Setiap kecelakaan lalu lintas, PASTI diawali oleh suatu pelanggaran!”

Naaaah... Untuk mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas, maka polisi melakukan razia. Razia akan menyaring mana pengendara tertib, dan mana yang tidak tertib.

Apakah rekan-rekan mau berkendara di jalan bersama-sama dengan pengendara liar yang tidak memiliki SIM? Rekan-rekan setengah mati mendapatkan SIM, tapi orang yang tidak punya SIM bebas berkeliaran di jalan umum.

Tapi pak... Saya kan PELAJAR... (merengek mode ON)

Di jalan, polantas tidak membedakan status pekerjaan, semuanya SAMA!
Polisi hanya mengenal Pengedara yang TERTIB, dan pengendara yang TIDAK TERTIB.

Apakah penyelesaian tilang dapat diwakilkan?
Bisa! Penyelesaian Tilang tidak harus rekan-rekan sendiri yang hadir, apabila sangat sibuk bisa dititipkan kepada keluarga, sahabat, atau rekan untuk menyelesaikannya.

 Tilang saya hilang!!! Bagaimana pak?!
Gampang... Lapor ke polsek terdekat, buat surat kehilangan dengan menyebutkan tanggal penilangan, barang bukti yang disita, serta identitas dari BB yang disita tersebut, misalnya yang disita adalah SIM, maka dalam laporan disebutkan nama pemilik SIM, kalau yang disita kendaraan, maka disebutkan nomor polisi, merk, tipe, dan tahun kendaraan. Bawalah surat kehilangan tersebut ke satuan yang telah menilang rekan-rekan sebagai ganti lembar tilang.

Koq jadi dibuat susah gini 'to pak?
Kalau tidak  mau susah, ya jangan melanggar dong... :-)

Setelah mengetahui Tilang itu apa, dan bagaimana cara penyelesaiannya, saya selaku penulis mengajak rekan-rekan untuk:
1. Lebih santai dalam menghadapi proses penyelesaian tilang, tidak perlu lapor bapaknya yang pejabat ini, pejabat itu, anggota partai ini-itu, dsb. Masak persoalan mudah seperti ini masih harus minta bantuan?
2. Lebih waspada apabila berhadapan dengan Bad Cop. Langkah terbaik apabila rekan-rekan langsung dimintai uang adalah langsung berkata, "Saya minta ditilang saja pak.. Kebetulan saya lagi tidak bawa uang.." Hal ini akan menekan populasi bad cop di jalan.
3. Kurangilah niat untuk mengucapkan "Damai saja pak.." Karena pungli terjadi saat bertemunya niat polisi dengan kesempatan yang diberikan oleh pelanggar itu sendiri.
Hati-hati rekan-rekan, apabila ketemu polisi yang suangat saklek, saat rekan-rekan menyodori uang, bisa-bisa rekan-rekan diseret ke kantor karena telah mencoba menyuap petugas. (saat gaji polisi sudah cukup untuk mengkuliahi semua anaknya menjadi dokter, saat itulah semuanya akan bertindak yang sama, menolak suapan dari pelanggar.)
4. (khusus pelajar & mahasiswa) Belajar berani menerima resiko.. Berani melanggar, juga harus berani menerima Tilang. Jangan hanya berani bergaya melanggar, tapi saat ditilang, langsung sibuk nelpon bapak-ibunya... Jangan merepotkan ortu-lah... Malu.. Udah gede.. :-)
5. Ketahui dan laksanakanlah peraturan lalu lintas yang berlaku di jalan. Jangan tertib karena takut ditilang, tapi tertiblah untuk keselamatan jiwa rekan-rekan selama berkendara.

Salam!
Semoga tulisan ini bermanfaat...

( Ijin narsis di blog sendiri... Hehehehe... )

64 komentar:

  1. artikelnya bagus2 Pak ...
    mohon ijin untuk share di facebook ato saya copy paste ..
    terima kasih

    BalasHapus
  2. Anda adalah Good Cop pak Bratasena. Saya jadi pengen ditilang oleh anda. =))

    BalasHapus
  3. sip pak infonya. soalnya saya sendiri 1 bulan lau kena tilang di semarang dan di sekitaran ambarawa.pada waktu itu memang saya yang salah saya lupa bawa stnk (karena tertinggal di rumah magelang)dan pasang sepion hanya 1. dan yang saya sayangkan yang di ambarawa eh... saya kena tilang tapi mereka tidak mendata saya..... dan ketika saya menanyakan tentang kenapa kok saya tidak di data ujar mereka "gampang nanti" saya langsung nyeletuk saja wah kalo gini sih pungli namanya y pak..? sama dengan begal" di jalur gelap dong..? spontan mereka diam.. dan saya bebas.... nah ketika kejadian yang ke dua di semarang saya kena 2 pasal lagi tp stnka tidak karena sudah saya bawa. hanya kena pelanggaran marka dan lagi" sepion hanya 1... kalau yang di semarang saya akui sip.. dah pelayananya karena sesuai dengan info yang sampean tulis. succes pak.......

    BalasHapus
  4. numpang nanya pak
    masalah slip biru...
    apakah diterapkan di seluruh indonesia?
    jika sudah membayar di bri lantas diteruskan kemana?

    adakah alamat situs atau buku yg bisa jadi bacaan orang awam biar tahu klasifikasi pelanggaran dan besaran dendanya?

    BalasHapus
  5. Menarik sekali Ndan tulisannya. Pencerahan buat masyarakat! Namun sebaik apapun aturan dan instansi, yang lebih penting adalah pelaksananya alias orangnya (entah masyarakat maupun anggota polrinya).
    Saya kagum dengan Anda, AKP Ig. N. Bratasena yang mau repot untuk nulis ini bagi masyarakat. Lanjut, Ndan. 86

    BalasHapus
  6. bagaimana dengan "Petugas" yang suka sembunyi di perempatan.
    misalnya di perempatan yg tidak ada keterangan, belok kiri langsung atau belok kiri ikuti Lamer, tau2 setelah belokan jebakan betmen pun muncul.

    BalasHapus
  7. tetapi banyak cerita di beberapa forum, rekan2 yang kena tilang dan meminta SLIP BIRU, dikatakan oleh polisi : "TIDAK ADA" atau "TIDAK BERLAKU LAGI"

    sehingga rekan2 tsb akhirnya bayar di tempat. ini fakta pak, bukan khayalan.

    gimana tanggapan bapak?

    BalasHapus
  8. benar-benar bermanfaat postingnya terutama untuk alternatif IV dalam menghadapi tilang... saya baru tahu yang seperti ini... hhmmm...

    lanjutkann...

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  10. Matikan lampu utama saat dilampu merah kena tilang ga ya. Termasuk pake lampu kota saat muacet parah biar aki ga tekor? Seperti tiger dan ninja kan elektrical ambil langsung ke aki ndak ikut putaran mesin

    BalasHapus
  11. maaf sebelunnya komandan. saya mau menanyakan seandainya ada oknum yang mau menyita kendaraan saya pada saat razia apakah dibenarkan dalam aturan kepolisian padahal SIM dan STNK serta buku uji kendaraan ada cuman yang tidak ada (tidak punya) ijin pariwisata.
    atas penjelasannya terima kasih dan semoga panjang umur

    BalasHapus
  12. Pasti sudah banyak yang berterima kasih atas info-info dari bapak. Saya ikutan juga ya pak..

    Oya, denda karena SIM C kadaluarsa 4 bulan berapa ya pak?

    Visit and enjoy my blog if you dare..

    BalasHapus
  13. Sebelum anda menilang, pastikan dulu anda bisa MENGATUR LALU LINTAS DENGAN BAIK DAN BENAR!

    1. Polisi SEHARUSNYA BUKAN TUKANG TILANG! Mengapa saya sebut dengan kata TUKANG? Anda tau Tukang Parkir? Tak jauh berbeda. Sama2 narik retribusi.
    2. Bapak tau perempatan grogol dekat season city? Tk jauh dari sana 300m ada kantor polisi. Di perempatan tersebut SELALU terjadi pelanggaran. Salah arah, main putar balik, melintang diperempatan. Ada berapa polisi disana? NOL BESAR. Polisi menunggu 10 m dekat perempatan hanya untuk menilang. Mengatur lalu lintas? OMONG KOSONG!!!!!
    3. Perempatan Jembatan Dua dan Jembatan Tiga.
    Perempatan Roxy, semuanya sama spt. nomer 2

    Saya harap anda polisi jujur pak. raihlah pangkat setinggi mungkin hanya untuk 1 tujuan. bukan harta benda namun untuk menegakkan aturan lalu lintas. Berlaku keraslah pada bawahan anda dan tegaskan KEWAJIBAN UTAMA POLATAS=MENGATUR LALU LINTAS!!!

    Jika kewajiban utama saja tidak bisa dilakukan, anda sama sekali tidak berhak menilang. Kepercayaan saya sama polantas? MINUS 100!

    BalasHapus
  14. pagi pak, tanggal 13 Des 2011 (selasa)saya kena tilang krn melanggar garis lurus, dan saya diberi surat tilang warna merah..oleh petugas tsb, sim saya yg ditahan dan kata petugas tsb bisa diambil di Colombo pada hari Jumat tanggal 16 Des 2011.,di surat tilang tsb tanggal sidangnya tanggal 6 Jan 2012.
    apakah saya bisa mengambil dan titip denda di polsek?brp denda minimalnya?mohon bantuannya pak..terima kasih

    BalasHapus
  15. Selamat pagi Pak, saya mau tanya kalau misalnya saya kena tilang trus ikut sidang di pengadilan biasanya denda yang di putuskan oleh persidangan berapa ya??
    (surat2 kendaraan lengkap sim C ada )
    Nb. : pelanggaran rambu2 lalulintas.
    Terimakasih.

    BalasHapus
  16. Luar biasa sekali pak Prata Sena (mohon maaf saya belum tau pangkat bapak apakah, biasanya kebiasaan di kepolisian pake pangkat ya Pak sebelum menyebutkan namanya

    Mohon izin tanya dan komentar ya Pak, saya campurkan saja jadi satu agar ringkas

    1. Wah saya baru tau kalo titip denda itu sebenarnya legal. saya kira itu hanyalah salah satu cara bad cop untuk "ngajak damai". tapi memang biar tetap legal identitas kita tetap harus dicantumkan di sana ya pak?
    2. Mohon izin tanya UU yang mengatur dendanya pak untuk masing pelanggaran lalu lintas? Sekedar sebagai media bagi saya untuk memperluas wawasan.

    Demikian Pak! Terima kasih banyak telah menjadi pelayan masyarakat di dunia virtual. Semoga bapak mendapatkan berkah atas pelayanan Bapak di tengah kacaunya sistem yang ada sekarang.

    BalasHapus
  17. @Ghosd_Most: Polisi berhak menyita Kendaraan, SIM, STNK, atau SKCK. Untuk pemilihan barang bukti tidak diatur dalam UU, diserahkan kepada penilaian petugas. Misalnya nih, petugas menilang seseoranga karena tidak punya SIM, dan melihat umurnya masih sangat kecil, maka umumnya yang disita adalah kendaraan, mengapa? Karena kalau hanya ditilang lalu dilepas, sama saja melepaskan bom waktu di jalan (anak kecil tidak punya SIM, sangat berbahaya di jalan baik karena emosinya maupun karena pengetahuannya). Lalu ditemukan pelanggaran yang sama, namun pelanggar sudah dinilai cukup dewasa, yah disita STNK nya saja. Mengapa pelanggaran yang sama, namun perlakuan yang berbeda? Dimana keadilan pak polisi?!!! Nah... Kalau anda di posisi laki-laki dewasa, yakin bisa mengendarai motor dengan baik, dan berpenampilan tidak urakan (pembalap style), kira-kira kesal gak kalau polisi tetap menahan motor, dengan alasan "SUPAYA ADIL." Hehehehe... Kalau masalah bapak, harus lihat situasi pak.. Siapa tahu banyak pelanggar yang sama seperti bapak, yang melewati jalan yang sama, namun tidak jera-jera juga setelah ditilang berkali2 dengan menyita SIM atau STNK.. Saya bisa memberi jawaban yang sangat tepat kalau saya tahu situasi sebenarnya dari kedua pihak pak. Jadi sekian jawaban yang dapat saya berikan.. Mohon maaf kalau kurang memuaskan yah pak.

    BalasHapus
  18. @intothelight: (mohon baca postingan saya yang judulnya SIM MATI APAKAH ADA DENDANYA?)

    BalasHapus
  19. @Jaka Timur:
    1. (tidak bisa saya jawab, karena anda sendiri sudah menjawab pertanyaan anda)
    2. (tidak bisa dijawab juga, karena setelah anda bertanya, anda langsung menjawabnya sendiri)
    3. (karena anda bilang sama dengan nomor dua, jadi silahkan lihat jawaban saya nomor dua)

    :-)

    Walaupun anda tidak memberi pertanyaan kepada saya, tapi dari tulisan anda saya sangat senang dengan atensi yang anda berikan kepada kami.
    Dengan teguran-teguran anda kepada kami serta terguran anda kepada pelanggar2 lain di jalan, saya yakin anda adalah pelopor dalam berkendara dengan tertib dijalan.
    Pertahankan ketertiban bapak!
    Koreksi2 dari bapak akan selalu kami perhatikan untuk kemajuan kami... :-)

    BalasHapus
  20. @syande: Apabila ditilang, lihat stampel satuan yang menilang, pastikan itu Polsek atau Polres, sehingga tidak salah sasaran. Apabila memang ditilang oleh anggota Polsek, segeralah menuju Polsek kalau memang tujuan anda mau titip sidang, namun kalau sudha mendekati tanggal sidang, umunya tilang beserta barang bukti yang disita sudah dialihkan ke Polres, yang nanti oleh Polres akan dibawa ke Pengadilan. Besaran denda tertera pada lembar tilang, namun yang dilaksanakan sesuai kesepakatan CJS wilayah masing2.

    BalasHapus
  21. @syande: Apabila ditilang, lihat stampel satuan yang menilang, pastikan itu Polsek atau Polres, sehingga tidak salah sasaran. Apabila memang ditilang oleh anggota Polsek, segeralah menuju Polsek kalau memang tujuan anda mau titip sidang, namun kalau sudha mendekati tanggal sidang, umunya tilang beserta barang bukti yang disita sudah dialihkan ke Polres, yang nanti oleh Polres akan dibawa ke Pengadilan. Besaran denda tertera pada lembar tilang, namun yang dilaksanakan sesuai kesepakatan CJS wilayah masing2.

    BalasHapus
  22. @Ciko Prabowo: bisa ditanyakan kepada petugas yang menilang anda. Besar denda yang dituntut oleh polantas sesuai UU. namun pelaksanaan menyesuaikan wilayah anda.

    BalasHapus
  23. @Zulfikar hakim:
    Santai saja pak, gak perlu panggil pangkat, biar lebih mesra.. Hihihihi...

    1. betuuul... titip denda yang benar, petugasnya tetap menulis di atas kertas tilang.. Kalau boong2an, petugasnya hanya ngajak ngobrol, dan tawar menawar dimulai.. Itu yang bahaya..

    2. silahkan download saja pak di bagian UU dan PP, semua nominal sanksi tertera disana.

    Amiiin... Terima kasih pak..

    BalasHapus
  24. maaf pak. dalam kasus saya tempo hari semua surat dah lengkap yang saya tidak punya ijin pariwisata (kendaraan ELF plat nomer kendaraan hitam) seingat saya dan saya yakin saya mengendarai kendaraan dng sopan dan tertip lalulintas. tapi tiba2 ada oknum keluar dari pos dan mencegat saya dan waktu itu tidak ada razia kendaraan. karena kurangnya surat ijin pariwisata itulah petugas itu ngotot mau menahan kendaraan saya padahal saya sudah bisa menunjukkan semua surat2 kendaraan. tolong penjelasannya pak. dan mudah2 keterangan tadi bapak bisa mencernanya sehingga bisa menjelaskan pertanyaan saya yang kemarin. sebelumnya terima kasih.

    BalasHapus
  25. Pernah temen pengalaman kena razia sedang bawa mobil tapi tidak membawa stnk. Kita serahkan SIM tapi pak polisi yang menilang meminta kita menyerahkan mobil untuk ditilang. apakah benar kalau tidak bawa stnk harus mobilnya yang disita?

    BalasHapus
  26. om, saya kan kena tilang, nah berhubung satu dan lain hal, eh saya kelupaan datang pas sidangnya.. selang kira-kira sebulan saya coba cari dipengadilan, tapi kata petugasnya berkas saya gak ketemu, sudah 3 kali bolak balik ke pengadilan tetep jawabannya gitu, apa mungkin SIM saya hilang di pengadilan ??
    mohon solusi terbaiknya kira-kira saya harus gimana ???

    makasih sebelumnya..

    BalasHapus
  27. setelah liat2 artikel di blog ini ternyata pak pulisi nya ramah euy..

    kalau gitu saya ijin gelar tikar di pojokan pak biar bisa nyimak lebih dalam.. hehe
    siapa tau bisa ketularan jadi polisi... ;D

    BalasHapus
  28. Rame jg kalo blog ny dtulis lgang amaa pak polisinya, sayang disini ga ditullis nominal/contoh kasus,,,
    kira2, antara damai & titip denda & sidang,,
    Mana yag lebig murah?
    Tarif damai:
    -knalpot berisik 0-25rb (kdg2 lolos, kdg2 dipalak)
    -langgar lalin 15-50rb
    -no sim/stnk 35-100rb
    -kompilasi >50rb

    Klo sidang/titip denda brp pak?
    Imo, wong cilil pilih yg murmer aja,,
    :D

    BalasHapus
  29. selamat malam pak, saya sangat tertarik membaca blog bapak, semoga dengan blog ini bapak bisa terus mengedukasi masyarakat indonesia untuk sadar terhadap tertib lalu lintas.

    sayan hanya ingin mengomentari tulisan ini untuk bagian alternatif IV. saya pikir dengan ada asas presumption of innosence, penggunaan kata pelanggar disana kurang tepat, karena pelanggaran tersebut belum dapat dibuktikan. menurut saya mungkin kata pelanggar bisa diganti dengan kata pengguna lalin. terima kasih pak.

    BalasHapus
  30. Pak Polisi Bratasena, saya mau tanya nih tentang titip uang tilang, itu bayarnya sama dengan tilang pakai lembar biru (denda maksimal) atau bayar seperti kalau ikut sidang? Terus kalau titip tilang gitu kan kita tidak di kasih bukti? kita disuruh tanda tangan nggak ya? saya pernah mengalami di daerah Yogya(malioboro) nerobos lampu merah(ga sengaja sih, ga tau klo ada lampu merah dobel), terus d bawa ke pos dan menurut saya tuh ruangan gelap banget (yang pernah ditilang disana pasti tau), berhadapan dengan pak Polisi yang badannya gede, di tawarin sidang atau titip, saya pilih titip 30rb(saya nggak berani tanya2 disitu meskipun sebenarnya pingin liat buktinya, karena saya merasa takut jg org bdnny gede bgt). Saran aja buat kepolisian, tolong pos polisi jangan di buat gelap, biar orang2 seperti saya tidak takut untuk tanya hak kita. (karena kalau dipikir2 gmn nyatetnya coba jika tempatnya gelap gitu dan cm pke lampu penerangan seadanya?)
    Terima kasih

    BalasHapus
  31. @kibot: saat sudah ditilang sebenarnya istilah hukumnya adalah terdakwa pak. tersangka dalam hal pelanggaran peraturan lalu lintas kita istilahkan pelanggar. Kenapa langsung dikatakan pelanggar tanpa perlu pembuktian? Karena pelanggaran lalu lintas adalah pelanggaran yang dapat langsung dilihat atau dirasakan oleh indera petugas secara langsung.

    BalasHapus
  32. @"lawliet": wah... Bapak sepertinya ketemu dengan bad cop pak.. Pangalaman berharga ini kalau bisa jangan sampai dirasakan oleh rekan2 yang lain. Jadi kalau rekan-rekan melanggar, terus diajak masuk ke ruangan dimana ruangan tersebut tertutup, tidak transparan (gelap, tertutup, dsb), segera tolak. Kalau diancam akan menyita SIM atau STNK tanpa ditilang, cukup hafalkan saja pangkat, nama, dan kesatuannya. Hal itu bisa dilaporkan ke provost di kesatuannya.
    Untuk mempercepat akselerasi perbaikan pelayanan Polri dalam hal penegakkan hukum, bapak bisa sampaikan ke media massa lokal, agar dapat direspon oleh sat lantas polres setempat.

    BalasHapus
  33. Saya mau tanya nih pak seputar tilang mengenai penggunaan knalpot racing/knalpot non standar yang bersuara lebih keras dibanding standarnya,karena saya baca di salah satu komentar bapak ada yang mengatakan jangan memakai knalpot berisik.
    1 Apakah saat ini kepolisian berhak menindak(baca menilang) pengguna knalpot tersebut mengingat sampai sekarang yang saya tahu bahwa petunjuk teknis tentang hal tersebut belum ada.
    2 Jikalau petunjuk teknis tersebut sudah ada,dalam artian besaran desibel maksimal yang diperbolehkan jelas tercantum(harusnya sih begitu supaya tidak bias) apakah penindakan tanpa pengukuran dengan desibel meter diperbolehkan?Soalnya yang menjadi dalih dari pihak aparat bahwa "suaranya berisik" padahal seperti kita ketahui bahwa sensitifitas indera setiap orang berbeda2(Karena pelanggaran lalu lintas adalah pelanggaran yang dapat langsung dilihat atau dirasakan oleh indera petugas secara langsung "ini komentar bapak sendiri")ada yang menganggap berisik ada yang adem2 aja.
    3 Apakah dibenarkan jikalau petugas dilapangan langsung mematahkan/menggergaji knalpot tersebut.dan ini terjadi di banyak kasus..mengingat hal itu termasuk merusak properti orang lain (dan ada konsekwensi hukumnya lho pak)
    4 jikalau ternyata terjadi penilangan akibat pemakaian knalpot "berisik" tersebut sementara petunjuk teknis atau paling tidak parameter maksimal desibel yang diperbolehkan tidak ada(belum ada) apakah pihak pengadilan bisa memutuskan tersangka(saya tidak menyebut pelanggar karena yang saya tau blm ada yang dijadikan acuan hukum bahwa dia melanggar) bersalah,ataukan bisa2 pihak pengadilan memutuskan bebas?

    Saya mohon direspon soalnya banyak kasus penilangan knalpot "berisik" serta perusakannya di lapangan

    BalasHapus
  34. pertama kali sy ke jogja naik motor dari cirebon. di daerah wates ada perempatan dengan belokan ke kiri yg nanggung palingan 20 derajat, memang ada lampu merah disana. tp karna sy pikir belokannya nanggung jd langsung aja belok kiri, lampu rambu untuk yg lurus. lagian tulisannya "belok kiri ikuti rambu APILL" sy ga ngerti apa itu "APILL". eh taunya sy di kejar oleh polisi. dan bertemu BAD COP keluarlah uang sy untuk polisi. jujur sy memang ga ada waktu kalau sidang dan ga punya sanak saudara di wates. saat itu jum'at sore jd sidang kan pasti senin pagi. masa iya sy harus sidang senin. padahal hari minggu sy udah balik lagi ke bandung.

    pertanyaanya :
    1. kalau ada kata-kata seperti "APILL" kita ga tau artinya apa ga bisa minta maaf karena tidak tahu dan baru pertama lewat jalan tersebut. lagipula di jawa barat ga pernah ada kata "APILL". Walaupun memang setelah sampai di jogja sy dijelaskan oleh GOODCOP apa itu APILL.

    2. kalau dari kondisi motor ada ga sih yg menyebabkan tilang? selain kaca spion dan lampu.

    3. fungsi lampu besar d siang hari apa? lampu sy cepet banget ganti karna siang malam nyala terus.

    4. hehe...camer jg polisi tp takut nanya, kenapa yah polisi itu banyak yg arogan dan pemarah, padahal sy bukan kriminal. toh kalau memang pekerjaannya berhubungan dengan para kriminil, ya sy jangan disamakan dong. kan sy bukan kriminil.

    mohon bantuan pak BRATASENA :)

    BalasHapus
  35. pertama kali sy ke jogja naik motor dari cirebon. di daerah wates ada perempatan dengan belokan ke kiri yg nanggung palingan 20 derajat, memang ada lampu merah disana. tp karna sy pikir belokannya nanggung jd langsung aja belok kiri, lampu rambu untuk yg lurus. lagian tulisannya "belok kiri ikuti rambu APILL" sy ga ngerti apa itu "APILL". eh taunya sy di kejar oleh polisi. dan bertemu BAD COP keluarlah uang sy untuk polisi. jujur sy memang ga ada waktu kalau sidang dan ga punya sanak saudara di wates. saat itu jum'at sore jd sidang kan pasti senin pagi. masa iya sy harus sidang senin. padahal hari minggu sy udah balik lagi ke bandung.

    pertanyaanya :
    1. kalau ada kata-kata seperti "APILL" kita ga tau artinya apa ga bisa minta maaf karena tidak tahu dan baru pertama lewat jalan tersebut. lagipula di jawa barat ga pernah ada kata "APILL". Walaupun memang setelah sampai di jogja sy dijelaskan oleh GOODCOP apa itu APILL.

    2. kalau dari kondisi motor ada ga sih yg menyebabkan tilang? selain kaca spion dan lampu.

    3. fungsi lampu besar d siang hari apa? lampu sy cepet banget ganti karna siang malam nyala terus.

    4. hehe...camer jg polisi tp takut nanya, kenapa yah polisi itu banyak yg arogan dan pemarah, padahal sy bukan kriminal. toh kalau memang pekerjaannya berhubungan dengan para kriminil, ya sy jangan disamakan dong. kan sy bukan kriminil.

    mohon bantuan pak BRATASENA :)

    BalasHapus
  36. Saya tidak menyangka, ternyata ada polisi yang sengaja membuat blog untuk memberikan "pencerahan" tentang kepolisian.

    Memang saat ini masih banyak anggapan miring ttg polisi, baik itu polantas, ataupun yg bertugas di kesatuan lainnya. Terutama saya yg slalu "dijebak" oleh "bad cop", padahal saya (sekarang) selalu membawa SIM dan STNK. Ya semacam mencari2 kesalahan gitu lah.

    Terima kasih atas info yg diberikan, Pak Brata Sena. Semoga bapak tidak seperti bad cop lainnya,....

    BalasHapus
  37. @iwan:
    1. bisa.. tidak perlu petunjuk teknis. UU mengatakan knalpot tidak standar bisa ditilang.

    2. Kalau nunggu perangkat/alat mengukur desibel dari pusat, polisi bisa stress dengerin masyarakat yang protes karena telinga mereka terganggu dengan suara berisik knalpot pembalap jalanan pak. Apakah bapak mau polisi bertindak seperti robot? Atau polisi yang bergerak mengutamakan komplain majikannya?

    3. Salah, itu melanggar HAM.
    Tapi lihat situasinya dahulu, kalau memang yang digergaji itu adalah pelanggar yang sudah lebih dari 3x tertangkap, polisi juga manusia yang bisa emosi. Dari sisi hukum, petugas jelas SALAH, melanggar HAM dengan menggergaji knalpot motor berisik tersebut, bisa dilaporkan ke provost. Namun dari sisi kemanusiaan polisi yang dibuat jengkel karena pelanggar yang ngelunjak itu??? Mmmmm.... Saya pernah berbuat yang lebih parah daripada itu pak. Hehehehehe... Apes sekali pelanggar itu kalau ketemu saya... :-D

    4. Jangan terlalu kaku pak. Kalau ngotot masalah satuan ukur, di Indonesia belum mengatur nilai maksimal tebal kaca film. Namun kaca film angkot terlalu tebal berpotensi pemerkosaan, akhirnya dirobek2 oleh petugas. Kalau bapak lihat supir angkot nya marah2, protes masalah ukuran maksimal kaca film, bapak dongkol gak pak? Maaf kalau kesan jawaban saya tidak melayani keinginan pengendara knalpot berisik. Kita memang pelayan masyarakat. Tapi masyarakat yang mana? Jelas yang mayoritas. Mayoritas masyarakat sebal dengan knalpot yang berisik seperti itu. Tapi kalau memang ngotot, silahkan saja ajukan banding di pengadilan. :-) Hehehehe... Kita lihat hakim nanti penggemar knalpot berisik atau tidak saat ia ingin istirahat dengan tenang di rumahnya.

    @Muhammad Iqbal:
    1. APIL : Alat pemberi isyarat lalu lintas, istilah umum "Lampu merah". Apil ada 3 jenis, apil 3 warna, apil 2 warna, apil 1 warna.

    2. Banyak pak, silahkan download UU lalu lintas, tengok2 di bagian belakang, bagian ketentuan pidana.

    3. Agar posisi bapak lebih diperhatikan oleh mobil dari kaca spionnya, atau dari mobil yang berlawan arah. Motor itu posisi yang paling lemah di jalan raya, perlu diperhatikan lebih.

    4. Mohon maaf apabila kami sering bertindak kasar dan emosian di jalan. Tapi kalau pengen tahu alasannya, cobalah berdiri di perempatan jalan, SATU jam saja. Hiruplah milyaran liter gas CO (karbon monoksida) yang memasuki paru-paru bapak. Nikmatilah gas itu menguci O2 yang hendak meluncur ke otak, menghasilkan otak kekurangan oksigen, dan melahirkan perasaan tegang dan pusing. Apalagi didukung faktor lain, ntah pengemudi pada gak mau nurut perintah tangannya, ntah ada motor yang nekat melanggar di depan muka nya, ntah kepanasan, ntah kehujanan, ntah karena belum makan, pusing mikirin rumah, dsb. :-) Nanti bapak akan maklum kenapa polisi di jalan sulit banget senyum. Mohon maaf atas ketidak nyamanan ini, kami selalu berusaha memberi contoh dan menasehati anggota agar terus berjuang untuk tetap tersenyum dalam kondisi yang paling mendongkolkan.

    @Aries: :-) Suatu kehormatan mendapat pujian dari bapak. Terima kasih pak. Semoga bapak juga selalu selamat dalam perjalanan bapak. :-)

    BalasHapus
  38. Pertanyaan box belum dijawab Pak..

    RT@box berkata,
    Rame jg kalo blog ny dtulis lgang amaa pak polisinya, sayang disini ga ditullis nominal/contoh kasus,,,
    kira2, antara damai & titip denda & sidang,,
    Mana yag lebig murah?
    Tarif damai:
    -knalpot berisik 0-25rb (kdg2 lolos, kdg2 dipalak)
    -langgar lalin 15-50rb
    -no sim/stnk 35-100rb
    -kompilasi >50rb

    Klo sidang/titip denda brp pak?
    Imo, wong cilil pilih yg murmer aja,,
    :D

    BalasHapus
  39. Makasih banget atas infonya....
    Jadi pengin bikin SIM.

    BalasHapus
  40. Sekedar informasi pak..selama 22 tahun saya berkendara(R2 maupun R4) belum pernah sekalipun saya kena tilang,bahkan jika ada pemeriksaan(razia) pun saya jarang di stop dikarenakan safety gear saya selalu lengkap dan motor selalu dalam keadaan lengkap(pastinya bapak juga malas menghentikan pengendara seperti saya karena buang2 waktu juga kan pak)
    Alasan saya bertanya adalah banyaknya kasus2 seperti ini di forum dan saya pengen tahu bagaimana sesungguhnya persoalan ini di mata hukum dan juga saya terus terang ngga suka adanya penyelewengan oleh aparat yang berwenang..sebagai contoh di tahun 2004 saya memperpanjang SIM A dan C saya tapi apa yang terjadi pak..di loket pembayaran saya ditagih uang sebesar 150rb untuk SIM C dan 200 rb untuk SIM A padahal di dinding tertempel papan pengumuman yang menyatakan bahwa biaya perpanjangan SIM pada waktu itu adalah sebesar 52500(kalau tidak salah).Terus terang saya marah di loket tersebut dengan nada agak tinggi.kemudian oleh salah seorang petugas saya diarahkan ke bapak pimpinan(maaf lupa bagian apa,yang jelas dia pimpinan bagian SIM)
    Di dalam ruangan pimpinan tersebut saya utarakan keberatan saya dan saya bertanya kenapa jumlah yang tertulis lain dengan jumlah yang harus saya bayar,sampai ada perkataan saya yang mengatakan jikalau memang jumlah yang harus saya bayarkan memang sesuai dengan jumlah yang ditagih di loket maka saya minta kuitansi resmi dengan tanda tangan petugas yang berwenang dan saya minta papan pengumuman yang tertempel DITURUNKAN DAN DIGANTI KARENA MENYESATKAN MASYARAKAT(kata dalam huruf besar waktu itu saya ucapkan dengan nada tinggi)
    Dan setelah pembicaraan yang panjang dan berbelit2 akhirnya biaya perpanjangan kedua SIM saya tersebut sesuai dengan yang tertera di papan pengumuman(mohon maaf saya ngga suka suap/uang suap/penyalahgunaan jabatan karena ini salah satu sebab yang menjadikan Indonesia ngga mungkin bisa maju.
    (jadi kaya curhat ya pak??hehehehe :p )

    Mohon maaf sebelumnya jika saya agak kritis bertanya soalnya yang saya tahu Indonesia ini negara hukum pak..bukan negara feeling atau subyektifitas atau sekedar negara mayoritas,meskipun kelihatannya Indonesia pun sudah agak2 menjadi negara mayoritas..sorry agak out of topic(maaf saya agak sensitif dengan kata mayoritas karena saya merupakan minoritas di negara ini dan apakah saya harus salah gara2 saya minoritas #abaikan saja# )

    Sekali lagi mohon pencerahannya secara obyektif dari sisi hukum.Terima kasih atas waktunya pak :)

    BalasHapus
  41. Pak, mau tanya...
    1.Kalau ada denda Maksimum. Kapan denda di bawah maksimum diberikan?
    hal apa saja yang bisa meringankan?
    2.Saya masih bingung.Kalau seandainya saya melanggar lalulintas, dan saya memilih alternatif 3 dengan uang kontan. Apakah saya mendapatkan salah satu dari slip tersebut?
    3.Dalam kasus seperti berikut, apa yang sebaiknya dilakukan:
    kendaraan saya lampunya rusak (putus),dan saya bukan orang yang mengerti teknik. maka saya membawa motor itu ke bengkel.Karena bengkel lumayan jauh, maka kendaraan saya tumpangi. Dalam perjalanan, terdapat razia kendaraan. Nah apa yang harus saya lakukan?

    Saran saya:
    Tolong di ketatkan masalah lampu kendaraan bermotor di malam hari,seperti
    a.lampu utama tidak berwarna kuning (kalau putih, yang berlawanan arah silau bangeeet)
    b.lampu belakang tidak merah.(Kalau dari jauh jadi susah bedain yang lawan arah dan searah)

    BalasHapus
  42. Pak, mau tanya...
    1.Kalau ada denda Maksimum. Kapan denda di bawah maksimum diberikan?
    hal apa saja yang bisa meringankan?
    2.Saya masih bingung.Kalau seandainya saya melanggar lalulintas, dan saya memilih alternatif 3 dengan uang kontan. Apakah saya mendapatkan salah satu dari slip tersebut?
    3.Dalam kasus seperti berikut, apa yang sebaiknya dilakukan:
    kendaraan saya lampunya rusak (putus),dan saya bukan orang yang mengerti teknik. maka saya membawa motor itu ke bengkel.Karena bengkel lumayan jauh, maka kendaraan saya tumpangi. Dalam perjalanan, terdapat razia kendaraan. Nah apa yang harus saya lakukan?

    Saran saya:
    Tolong di ketatkan masalah lampu kendaraan bermotor di malam hari,seperti
    a.lampu utama tidak berwarna kuning (kalau putih, yang berlawanan arah silau bangeeet)
    b.lampu belakang tidak merah.(Kalau dari jauh jadi susah bedain yang lawan arah dan searah)

    BalasHapus
  43. terima kasih pak polisi atas artikel yg sangat bermanfaat ini.
    ijin utk suatu saat saya share di blog, fb, dll.

    jujur saja, saya bnyak punya pengalaman buruk dgn oknum di kepolisisn,
    tp saya jg sangat yakin, bahwa msh banyak polisi2 baik seperti pak brata dan rekan2.

    saya doakan, semoga kepolisian ke depannya akan semakin lbh baik pak,
    (termasuk maslah remunerasinya)
    aamiin.. :)

    BalasHapus
  44. terima kasih pak polisi atas artikel yg sangat bermanfaat ini.
    ijin utk suatu saat saya share di blog, fb, dll.

    jujur saja, saya bnyak punya pengalaman buruk dgn oknum di kepolisisn,
    tp saya jg sangat yakin, bahwa msh banyak polisi2 baik seperti pak brata dan rekan2.

    saya doakan, semoga kepolisian ke depannya akan semakin lbh baik pak,
    (termasuk maslah remunerasinya)
    aamiin.. :)

    BalasHapus
  45. sangat informatif... numpang share ya pak polisi.. biar teman-teman yang lain juga pada tahu. ^_^

    BalasHapus
  46. pak kalo knalpot racing dilarang, bagaimana dengan industri otomotif kita terutama industri kecil, secara hampir sebagian pengguna motor menggunakan knalpot aftermarket, bayangin aja kalo knalpot racing dilarang, makin banyak pengangguran deh :( , tapi saran saya lebih baik urusin infrastruktur yg ada dijalan dulu dari pada ngurusin hal beginian, terutama di bekasi jalannya jelek banget teman saya banyak yang kecelakaan gara2 jalan rusak, buat apa kita bayar pajak mahal2 tapi ga sesuai dengan infrastruktur dijalan yang buruuuuuuk sekali, saya merasa sangat kecewa pak. thnks

    BalasHapus
  47. Oiyaa.. lupa tanya. Kalo mau nitip dende aja, minta surat tilangnya yang warna apa ya? makasihh

    BalasHapus
  48. Pak , Om saya kan juga polantas.
    saya pernah menitipkan uang untuk mengambil STNK Saya di pengadilan.
    lalu kata om saya,,
    STNK Saya tuh ke tukar sama orang dari daerah lain.
    Apakah bisa begitu ?
    Thx :)

    BalasHapus
  49. kalo si Polisnya "ban***t" itu gmn pak??
    saya udah pakai Helm, Motor Standart, SIM, STNK, kemudian si Polisi tadi cari2 kesalahan, dan akhrinya melihat bawah motor saya yang kebetulan tutup untuk pemompa ban depan dan belakang saya hilang,
    lalu si polis minta denda sebesar Rp. 5000,00/tutup ban :D :D

    kwakwakwakwa.....
    apes saya, padahal 10rb saya sebenarnya cukup untuk makan siang, eh malah kasi makan Warga sipil yang ber pangkat tapi rendah harga diri :D :D

    kasi toleransi lah...cuma "tutup ban"

    BalasHapus
  50. mau tanya..jg..soal.kebisingan..gimana..lo..MOGE..kayak.HARley tu suaranya..kya..petir..hehehe..tapi,,,kenyataanyya..ga,pernah..kna.tilang..taw..MOBIL..dg..knalpot..racing....????????

    BalasHapus
  51. @bibit aurum: maaf pak, saya gak ngurus masalah damai. damai disini sama dengan pungli. itu artinya urusan yang menyuap dengan yang disuap. Dimata saya, keduanya sama-sama salah pak. Cobalah belajar untuk tidak melanggar, kalaupun tertangkap melanggar bersama kita belajar untuk ikuti prosedur saja... Kebiasaan bapak seperti inilah yang mempertahankan populasi bad cop di jalan.

    @iwan: razia di jalan bertujuan untuk menyaring mana pengendara tertib dan pengendara tidak tertib, serta syukur2 nangkep maling kendaraan (kelihatan dari tidak bawa STNK). Kalau urusan anda dizolimi oleh okum polisi, bapak bisa sampaikan keluhan bapak kepada Kasat Lantas, Kanit Provost di polres tersebut, atau kalau tidak ditanggapi, bisa langsung sampaikan ke media cetak lokal atau nasional pak.

    Himbauan saya agar bapak jangan mengaitkan satu pelayanan dengan pelayanan lainnya pak. Saat bapak dirugikan di kantor SIM, lalu bapak tidak mau bersahabat dengan polisi yang sedang melaksanakan tugas razia. Kalau kami polisi seperti bapak, pasti saat ini sudah tidak ada polisi lagi pak, karena saat pengamanan unjuk rasa kami dilempari, ditendang, dipukuli, bahkan sampai dikeroyok sampai pingsan oleh masyarakat. :-) Okeh pak?

    @widhagdo:
    1. kalau mau diselesaikan di pengadilan, polisi akan menerapkan denda yang umum di wilayah bapak. (denda umum diambil dari kebiasaan vonis pengadilan). Kalau minta bayar di bank, akan diberikan denda maksimum.
    2. Seharusnya ada pak, namun sampai sekarang kami tidak dilengkapi dengan lembar tersebut dari instansi ataupun dari BRI. oleh karena itu alternatif 3 dulu pernah ditiadakan karena berpotensi pungli sangat tinggi. (padahal sangat membantu pelanggar luar kota atau pelanggar yang aktifitasnya sangat tinggi).
    Intinya... kalau ada lembar rupiah kelihatan saat razia, orang akan langsung men cap polisi sebagai bajingan yang memeras pelanggar, padahal kalau ditanya, si pelanggar sendiri yang minta tolong titip sidang.
    Saya selama jadi kanit lantas di polsek, mematikan alternatif 3 tersebut pak. Di Surabaya masyarakatnya sangat kritis, jadi saya tidak mau ambil resiko razia saya terlihat ada uang selembarpun.
    3. jika memunginkan jangan gunakan kendaraan tersebut pada malam hari akan sangat berbahaya. kalau dihentikan polisi, memang sulit juga, di jalan ada polisi yang toleran, ada juga yang kaku kayak robot. Tapi tips dari saya, buat saja tulisan dari kertas dengan spidol, tempel pake isolasi, isinya "maaf, lampu saya mati". Dulu saya SMA begitu pak, saya tempel di belakang, supaya orang di belakang gak dongkol karena lampu rem saya mati.

    Saran saya perhatikan pak... Terima kasih... :-) (semoga pembaca yang melakukan pelanggaran ini tergerak hatinya kalau modifikasinya itu mendongkolkan orang lain)

    BalasHapus
  52. @gunn: wah... terima kasih pak... Hehehehe.. penting itu.. remunerasi! :-D

    @nurul aneh: terima kasih bu.. Senang bisa berbagi.. Jangan lupa ditulis sumber nya yah bu.. Kebanggan saya sebagai penulis hanya dari jumlah pengunjung yang mampir.. :-D

    @farel: kekecewaannya bisa disampaikan ke Desperindag yah pak. masalah industri adalah urusannya desperindag.

    @satria: bisa pak. namanya manusia, tingkat error nya sangat tinggi jika dibanding komputer pak. Bisa karena anggota nya masih baru, terlalu tua-pikun, atau juga banyak masalah. Bapak sebagai pihak yang dirugikan bisa mengajukan komplain ke polisinya pak (kalau hilangnya di polisi), atau ke pengadilan (kalau hilangnya di pengadilan)

    @areg_noid: curhatnya jangan disini pak, saya jadi ikut sedih sampai mengeluarkan air mata jadinya.. Silahkan curhatnya ke provost polres setempat yah pak.. Saya sebenarnya mengerti permasalahan bapak, dan sangat ingin memberi tanggapan.. namun maaf.. saya tidak kuasa mengimbangi bahasa formal bapak.. sekali lagi saya mohon maaf..

    @popon: sebenarnya saya pribadi kurang setuju dengan diijinkan masuknya harley dan moge ribuan cc masuk ke Indonesia, mengingat jalan di Indonesia tidak sepanjang dan sehalus jalan di luar negeri, plus berisiknya luar biasa kayak naga lagi ngorok.
    Namun, yah... mau bagaimana lagi pak? Sudah kebijakan pemerintah. Sebagai kompensasi kebisingannya, mungkin dengan ditariknya pajak yang luar biasa mahal pak. Jadi mereka boleh bising, dengan konsekwensi "buang" motor bebek setiap tahun buat bayar pajak nya... :-)

    BalasHapus
  53. nah.. inilah yg qta rindukan utk memperbaiki citra POLISI agar bertugas sesuai dgn TUPOKSInya,,
    Maju terus Pak Bratasena.. cia yao....... :)

    BalasHapus
  54. Pa maaf mo nanya.. jujur saya sering kena tilang terus yang di ambil biasanya stnk. tapi baru kali ini yang diambil sim pdahal yang saya dilanggar tetep masalah knalpot berisik...
    terus pertanyaanya knapa yang diambil sim bukan stnk padahal pelanggaran saya tetep itu" juga ?

    terus 1 lagi saya pernah kena tilang sim sama stnknya diambil 22nya apa itu ga berlebihan ?

    terima kasih mohon jawabannya

    BalasHapus
  55. @akro chan: terima kasih mas.. senang bisa berbagi..

    @sand_sio: tidak ada aturan yang menegaskan polisi harus menyita yang mana, semua tergantung penilaian petugas saat itu karena dia yang mengetahui situasinya. Misalnya saya menghadapi kasus knalpot, supaya motornya gak dipake, mengganggu telinga orang lain, maka STNK yang saya sita. Jika pelanggaran masalah gak pake sabuk, gak pake helm, gak nyalain lampu, itu SIM yang saya sita...

    Kalau diambil dua-duanya itu namanya kelebihan mas. Mungkin dia sudah kelewat kesal sama mas, karena pelanggaran yang berulang.. hehehe.. tapi kekesalan itu tidak membenarkan petugas mengambil dua barang bukti sekaligus.. Silahkan laporkan langsung ke sat lantas setempat mas, untuk pengembalian salah satu dari barang bukti yang disita.

    BalasHapus
  56. trimaksih atas amanat" nya Pak "Sang Pencerah",, :D
    semoga sebagai pelajar, saya serta teman y lainnya bisa dan mampu mematuhi aturan" di Lantas,,

    maju terus POLRI,, :)

    BalasHapus
  57. Sblmny thanks buat infonya ndan..
    Krn info2 dr bpk, sy slalu bs menjlankn smua prosdur atrn dgn bæk.
    & bnyk pglman menarik yg sy almi.
    Saya mhon izn cpy share. .
    Krn menrt sya,di luaran sna bnyk yg blm mgtahui perhl tata trtb brlalu lintas.

    BalasHapus
  58. pak AKP Bratasena, biasanya oknum polantas selalu cari2 kesalahan dari pengendara sepeda motor, seperti yang enggak nyalain lampu pada siang hari. emang bener, di pasal (107) ayat 2 UU No. 22 Th. 2009 "pengemudi motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 wajib menyalakan lampu utama pada siang hari". nah dari redaksi ayat tsb, menurut sy sbg awam tentunya kan pengendara motor ga wajib kan untuk menyalakan lampu di pagi hari (antara jam 6-9 pagi). namun biasanya pada jam itu polantas suka cari2 uang untuk sarapan dengan menilang pengendara sepeda motor yg tdk menyalakan lampu utama, walaupun itu pagi hari. nah apakah itu tidak melanggar asas legalitas pak? ketentuan UU nya bilang wajib di siang hari, tp klo pagi hari ga nyalain lampu tetep ditilang. mohon penjelasannya pak. terima kasih.

    BalasHapus
  59. @teguh boma: amiiiiin... dengan tertib di jalan akan memperkecil potensi terlibat kecelakaan... Sampaikan kepada teman2 yang lainnya yah.. Bila perlu tulis di Mading sekolah.. Hehehehe...

    @ibim: silahkan pak.. tapi kalau copas, berkenan kiranya nama blog saya dicantumkan, demi menghindari perubahan status dari sang penyebar informasi menjadi sang plagiat.. Hihihihihi...

    @Risky Febrianto:
    1. Kalau polisi menilang dengan legal, menggunakan lembar tilang dan bapak bayar di pengadilan, itu namanya bukan "nyari uang untuk sarapan". Kalau menindak anda tanpa lembar tilang, langsung minta uang, itu baru pungli. Tolong pahami ini sebelum menjudge kami sebagai tukang pungli yah pak.

    2. Saat kata "wajib" di dalam UU dilengkapi dengan sanksi jika melanggarnya, itu adalah kata lain dari "harus"

    3. Urusan kata "pagi" dalam pasal 107 22/2009 memang bermasalah. Terima kasih atas daya kritis bapak. Wikipediapun menyatakan kalau siang itu adalah diatas jam 12, dan KBBI mengatakan diatas jam 10. Namun ada pengertian lain yaitu "siang" adalah setelah matahari terbit. Jadi selama definisi "siang" belum ditentukan oleh UU, mari kita kembalikan kepada hakekat perintah menyalakan lampu di siang hari. Silahkan buka topik yang judulnya "Mengapa R2 menyalakan lampu siang hari?" Intinya adalah R2 agar lebih diperhatikan oleh kendaraan yang berada di depannya. Jika memahami bahwa selalu menyalakan lampu bagi R2 adalah untuk peningkatan keamanannya sendiri, saya yakin bapak tidak terlalu mempermasalahkan masalah pagi atau siang.

    BalasHapus
  60. @Risky Febrianto:
    4. Kalau bapak bicara masalah LEGALITAS ada sedikit kendala pak. Negara kita menganut banyak hukum, yang seharusnya sistem hukum di negara kita menganut "common law". Tapi masalahnya, KUHP adalah sisa2 masa kolonial Belanda, dimana sistem hukum yang diwariskannya adalah "civil law". Civil Law itu kaku, tidak kenal toleransi, sedangkan kita bangsa yang penuh dengan toleransi.
    Sebagai contoh kacaunya Polisi menerapkan civil law terlalu saklek di dalam negara yang memiliki karakter common law adalah saat menyelesaikan kasus pencurian semangka, bibi kakao, sendal jepit, dsb. Secara LEGALITAS, polisi BENAR, tapi penilaian kemanusiaan, kita dinilai SALAH. Jadi jangan terlalu saklek masalah UU, karena UU dibuat oleh manusia juga pak. Saran saya, nyalakan saja lampu utamanya, supaya bapak tidak ditilang.

    Nb: Belanda sudah merevisi KUHP nya sampai 3x, sedangkan DPR sampai sekarang belum merevisi KUHP sedikitpun.

    BalasHapus
  61. saya ditilang karena knalpot racing dan saya dikasih slip warna biru, sim saya ditahan. dalam slip biru yg saya terima tidak dicantumkan kemana saya harus transfer, tetapi tertera sidang tanggal 25 mei 2012, apa yg harus saya lakukan???????????

    BalasHapus
  62. @agepur: itu murni kesalahan petugas pak. Kalau mau datang ke pengadilan harusnya diberi lembar warna merah, kalau ke bank baru diberi warna biru. Untuk menyelesaikan masalah ini, lihatlah stempel kesatuan yang ada di pojok kiri atas lembar tilang tersebut. Datang ke sana, dan mintalah ganti lembar tilang.

    BalasHapus
  63. Gaya penulisannya gaul. Saya suka baca-baca blog tapi jarang baca blog polisi sih.. Salam kenal saja pak :D

    BalasHapus
  64. Pak bratasena, artikel anda sangat bermanfaat sekali, saya berharap banyak good cop seperti anda yang mau mencerdaskan masyarakat dengan kejujuran dan pencerahan seperti ini... saya yakin masih banyak good cop seperti anda.... Mudah-mudahan tidak hanya anda yang mau jujur seperti ini... harus kita akui masyarakat kita kurang atau belum banyak mengetahui tentang peraturan lalu lintas bukan karena masyarakat kita bodoh, akan tetapi karena kurangnya sosialisasi dari aparat penegak hukum negeri ini... kalaupun ada sosialisasi sangat jarang sekali mengena kepengguna jalan... Maju terus Kepolisian Indonesia... terus menulis pak bratasena dan jangan sampai lupa tugas utama anda :) (karena menulis itu menyenangkan) ....
    sekalian numpang link ya pak, kalau tidak berkenan silahkan dihapus www.ambaraffandy.web.id
    www.fullgratisan.com

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

KOMENTAR, PERTANYAAN, SARAN, KRITIK

Apresiasi terhadap blog ini, kesan dan pesan kepada penulis silakan tulis di "BUKU TAMU"

Pertanyaan, Komentar, Kritik, silakan tulis di www.facebook.com/penulisblogpelayanmasyarakat

Facebooker yang menyukai blog ini

Terima kasih untuk jempol(like)-nya yah rekan-rekan.. Senang bisa berbagi..

Kecelakaan Diawali Pelanggaran

Loading...