Selamat datang di blog saya!

Topik yang kita bahas kali ini adalah :

Community Policing

.
Community Policing...

Pernah mendengar atau membaca frase di atas?

Itu adalah program yang sedang digencar-gencarkan atau program andalan dari bapak Kapolri saat ini, yaitu Perpolisian Masyarakat..

Inti dari program ini adalah memasyarakatkan polisi, bagaimana caranya membuat masyarakat menjadi polisi bagi dirinya sendiri dan lingkungannya.

Kami mencoba mengajak masyarakat berpikir seperti bagaimana seorang polisi mengamankan masyarakatnya, contoh kecil..

Bagi anda pengendara sepeda motor hendak parkir di warnet, kami ingin sedikit saja memasukkan beberapa baris kalimat di pikiran anda:

1.Kalau saya masuk ke dalam, apakah saya bisa melihat motor saya dari dalam?
2.Kalau tidak bisa, apakah ada tukang parkir?
3.Apakah yang memperhatikan saya saat ini?
4.Ah! Daripada ambil resiko, lebih baik saya pasang kunci ganda, daripada saya main di warnet, selalu was-was teringat motor saya di parkiran.

Nah! Apabila kalimat di atas sudah ter program di pikiran anda, berarti program Community Policing sudah berhasil!

Mengapa program ini digencarkan oleh pihak kepolisian, karena perlu rekan-rekan ketahui, jumlah rasio polisi dengan masyarakat yang dijaganya, di Indonesia masih belum ideal yaitu 1:200, bisa dibayangkan, 200 orang berkumpul harus mampu diamankan oleh satu orang polisi?!

Jadi, walaupun dipaksakan patroli terus2an, tetap tidak akan sanggup memenuhi semua wilayah dalam waktu yang sama. Sangat sulit usaha kami mengamankan masyarakat, apabila dari masyarakat sendiri tidak berpikir untuk mengamankan dirinya sendiri. Apalagi sekarang teknologi sudah canggih, bahkan tukang sate saja sudah sibuk SMS an, apakah tidak terbayang oleh rekan-rekan, ada grup maling motor yang spesial mengamati patroli Polisi, sedangkan yang lain sibuk mencongkel kunci motor rekan-rekan? Mereka berkoordinasi hanya dengan HP?

Jadi saya mengajak rekan-rekan berpikir seperti layaknya seorang polisi, baik untuk diri sendiri ataupun bagi keluarga anda.

Jadi..

"Waspadalah! Waspadalah!" Itu slogan kenalan saya dahulu, Bang Napi!

Umpan Balik

- BUKU TAMU / APRESIASI TERHADAP PENULIS
- PERTANYAAN SEPUTAR TEKNIS LALU LINTAS
- KOMENTAR MENGENAI BLOG
- USUL / SARAN / KRITIK

silahkan sampaikan di:
www.facebook.com/penulisblogpelayanmasyarakat

Terima kasih atas waktu anda membaca blog pribadi saya.
Semoga bermanfaat. :-)

Facebooker yang menyukai blog ini

Terima kasih untuk jempol(like)-nya yah rekan-rekan.. Senang bisa berbagi..

Google Friend Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini