Selamat datang di blog saya!

Topik yang kita bahas kali ini adalah :

Tertangkap Tangan!

I. Apa itu tertangkap tangan?

Tertangkap tangan adalah bahasa hukumnya tertangkap basah...



"Tertangkap tangan adalah tertangkapnya seorang pada waktu sedang
melakukan tindak pidana, atau dengan segera sesudah beberapa saat
tindak pidana itu dilakukan, atau sesaat kemudian diserukan oleh
khalayak ramai sebagai orang yang melakukannya, atau apabila
sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah
dipergunakan untuk melakukan tindak pidana itu yang menunjukkan
bahwa ia adalah pelakunya atau turut melakukan atau membantu
melakukan tindak pidana itu." *

Bagaimana? Langsung mengerti 'kan?

II. Dalam hal tertangkap tangan, Polisi tidak membutuhkan surat perintah, seperti yang dibunyikan oleh, karena apabila harus mengurus surat perintah dulu, copet/malingnya keburu kabur dong? ** :-)


III. Dalam hal tertangkap tangan Polisi dilarang memasuki tempat2 berikut: ***



a. ruang di mana sedang berlangsung sidang Majelis Permusyawaratan
Rakyat , Dewan Perwakilan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah;



b. tempat di mana sedang berlangsung ibadah dan atau upacara
keagamaan;



c. ruang dimana sedang berlangsung sidang pengadilan.

Hal di atas sekaligus menjawab pertanyaan teman saya dulu, "Sen, Polisi punya hak untuk masuk kampus gak sih 'Sen?"

Pertanyaan ini dipicu kejadian beberapa waktu silam di salah satu universitas di Jakarta, mahasiswanya mengadakan unjuk rasa anarkis yang akhirnya bersembunyi di dalam kampus, Polisi berjaga dari siang sampai subuh.
Saat berjaga setengah istirahat di waktu subuh hari karena pengunjuk rasa tidak menunjukkan kegiatan apapun, tiba-tiba ada oknum mahasiswa keluar, melempari Polisi dengan bom molotov. Spontan Polisi mengejar oknum tersebut sampai masuk ke dalam kampus.
Dari kejadian itu Polisi dituntut untuk meminta maaf karena memasuki area kampus...
Hihihihi... Lucu yah jadinya? Mau menangkap pelaku tindak pidana melawan petugas, malah dituntut untuk minta maaf.. :-D Apabila "Kampus" termasuk wilayah yang tidak boleh dimasuki saat akan melakukan penangkapan langsung/tertangkap tangan, bolehlah Polisi dituntut demikian.



IV. Sekarang akan timbul pertanyaan, apabila melihat copet beraksi di depan mata.. Apakah hanya Polisi yang boleh melakukan penangkapan?



"Dalam hal tertangkap tangan setiap orang berhak, sedangkan setiap
orang yang mempunyai wewenang dalam tugas ketertiban,
ketenteraman dan keamanan umum wajib, menangkap tersangka
guna diserahkan berserta atau tanpa barang bukti kepada penyelidik
atau penyidik." ****

Ok? Jadi semua orang boleh menangkap pelaku tindak pidana yang terjadi di hadapannya saat itu juga. Ini contoh seorang Satpam yang menangkap basah penimbunan BBM.



Demikian materi mengenai "Tertangkap tangan".

Semoga bermanfaat bagi rekan2...

nb:

* Pasal 1 No. 19 UU. No. 8, tahun 1981 tentang KUHAP
** Pasal 18 UU. No. 8, tahun 1981 tentang KUHAP
*** Pasal 35 UU. No. 8, tahun 1981 tentang KUHAP
**** Pasal 111 No. 1 UU. No. 8, tahun 1981 tentang KUHAP

2 komentar:

  1. blog yg sangat bermanfaat untuk masyarakat umum,saya sangat apresiasi dengan pak Bratasena yg sudah mau berbagi informasi dengan masyarakat sipil,dan blog ini sangat kreatif bahasanya nyantai mudah dicerna tapi isinya itu lho resmi.... dan ada 2 pertanyaan saya pak,mohon jawabannya :..

    1.Apakah kita dihukum pidana jika kita melakukan pembelaan terhadap diri kita sendiri dalam kasus menikam perampok hingga mengakibatkan cidera atau tewasnya perampok tersebut..?Dimana saat itu kita dengan sengaja ataupun tidak sengaja membawa pisau dikantong untuk motif berjaga2 dan bukan maksud kejahatan....
    2.Saya pernah dirazia oleh pak polisi,dan didenda uang yang ingin saya tanyakan bagaimana cara kita mengetahui kalau uang tersebut memang disetor ke kas negara bukan masuk kekantong pribadi pak polisi yg merazia tersebut......

    BalasHapus
  2. @ILMU DAN AGAMA:
    1. Nanti akan dibuktikan di pengadilan pak, Hakim akan menentukan apakah anda benar-benar dalam kondisi terdesak, dibuat seolah-olah terdesak, atau alasan lain, dengan mempelajari bukti-bukti yang telah dikumpulkan oleh Kepolisian.
    2. Selama lembar tilang ditulis, anda bisa yakin uang tersebut ke negara pak. Masalahnya, satu nomor seri tilang, dipertanggung jawabkan sampai ke satuan yang paling tinggi. Jadi misalnya saya Kanit Lantas Polsek mengambil 100 tilang, saya harus menyetor 100 tilang juga ke Polrestabes. 100 tilang tersebut bisa dilampirkan SIM, STNK, atau titipan denda. Kalau kurang satu tilang saja, pertanggungjawabannya bisa sampai Kapolsek saya pak.

    Yang namanya pungli itu kalau polisinya belum menulis di lembar tilang, Polisi nya atau Pelanggarnya buru2 ngajak damai. (Kasus pungli bisa dipicu oleh Polisi atau Pelanggarnya sendiri)

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

KOMENTAR, PERTANYAAN, SARAN, KRITIK

Apresiasi terhadap blog ini, kesan dan pesan kepada penulis silakan tulis di "BUKU TAMU"

Pertanyaan, Komentar, Kritik, silakan tulis di www.facebook.com/penulisblogpelayanmasyarakat

Facebooker yang menyukai blog ini

Terima kasih untuk jempol(like)-nya yah rekan-rekan.. Senang bisa berbagi..

Kecelakaan Diawali Pelanggaran

Loading...