Selamat datang di blog saya!

Topik yang kita bahas kali ini adalah :

12 Gerakan Pengaturan Lalu Lintas

Ini dia yang banyak sekali dari rekan-rekan yang belum menguasai...

Sepertinya sederhana, tapi kalau gak dihafalkan, lumayan bikin repot pak polantas dalam mengatur arus lalin...

Ok! Langsung aja!

Gerakan 1 : Menghentikan arus dari segala arah



Priiiiiiiiit!
(Satu tiupan peluit yang panjaaaaang....)
SEMUA ARAH BERHENTI!!!



Gerakan 2 : Menghentikan arus dari arah depan petugas



Priiiiiiiiit!
(Satu tiupan peluit yang panjaaaaang....)
Rekan-rekan yang berada di depan petugas, harus berhenti.



Gerakan 3 : Menghentikan arus dari arah belakang petugas



Priiiiiiiiit!
(Satu tiupan peluit yang panjaaaaang....)
Kalau rekan-rekan dari arah belakang petugas, lihat punggung petugas yang merentangkan tangan kiri nya, segeralah berhenti.



Gerakan ke 4 : Menghentikan kendaraan dari arah depan & belakang petugas




Priiiiiiiiit!

(Satu tiupan peluit yang panjaaaaang....)
Arah depan dan belakang petugas diperintahkan untuk berhenti. Walau rentangan tangan petugas tidak dapat menutupi lebar jalan, mohon jangan mencuri-curi jalan. Sering sekali anak sekolahan menerobos melewati ketiak petugas dari belakang, mungkin dikiranya petugas itu orang2an sawah yah?



Gerakan ke 5: Menghentikan arah tertentu



Priiiiiiiiit!
(Satu tiupan peluit yang panjaaaaang....)
Gerakan ini bebas, tergantung petugas mengarahkan telapak tangannya ke arah mana, apabila rekan-rekan berada dalam arus yang dapat melihat jelas telapak tangan petugas, artinya BERHENTI.



Gerakan ke 6: Menjalankan arus dari arah kanan petugas



Prit! Prit! ..... Prit! Prit! ..... Prit! Prit! ..... Prit! Prit!
(Dua kali tiupan peluit yang teratur..)
Yang melihat gerakan ini berada di sisi kanan petugas, MAJUUUUUUU JALAAAAN...



Gerakan ke 7: Menjalankan arus dari arah kiri petugas



Prit! Prit! ..... Prit! Prit! ..... Prit! Prit! ..... Prit! Prit!
(Dua kali tiupan peluit yang teratur..)
Dari sebelah kiri petugas, dipersilahkan JALAN...



Gerakan ke 8 : Menjalan arus dari arah kanan dan kiri petugas bersamaan



Prit! Prit! ..... Prit! Prit! ..... Prit! Prit! ..... Prit! Prit!
(Dua kali tiupan peluit yang teratur..)
Kanan dan kiri petugas, AYO JALAN...



Gerakan ke 9 : Mempercepat kendaraan dari arah kiri petugas



Prit! Prit! Prit! .. Prit! Prit! Prit! .. Prit! Prit! Prit!
(tiga kali peluit pendek berulang kali)
Dari kiri petugas... AYO TAMBAH KECEPATAN, JANGAN TERLALU PELAN...



Gerakan ke 10 : Mempercepat arus dari arah kanan petugas



Prit! Prit! Prit! .. Prit! Prit! Prit! .. Prit! Prit! Prit!
(tiga kali peluit pendek berulang kali)
Gerakan nomer 9 dan 10, sering dikeluarkan apabila ada kecelakaan, dan pengendara malah asik menonton orang yang lagi kena musibah kecelakaan.



Gerakan ke 11 : Memperlambat kendaraan dari arah depan petugas



Prit! Prit! Prit! .. Prit! Prit! Prit! .. Prit! Prit! Prit!
(tiga kali peluit pendek berulang kali)
Rekan-rekan yang melihat petugas melakukan gerakan ini dari depan, mohon kurangi kecepatan...



Gerakan ke 12 : Memperlambat kecepatan arus dari arah belakang petugas



Prit! Prit! Prit! .. Prit! Prit! Prit! .. Prit! Prit! Prit!
(tiga kali peluit pendek berulang kali)
Melihat gerakan ini dari belakang, petugas mengayunkan tangan kirinya, dari 90 derajat ke 45 derajat berulang-ulang.. Mohon kurangi kecepatan rekan2..



NAH! 12 gerakan sudah saya berikan.. Mohon dengan sangat rekan2 menghafalkan gerakan2 di atas, untuk keamanan rekan-rekan sendiri.. dan ketertiban lalu lintas secara umum...

Oh iya...
yang di bawah ini GERAKAN KHUSUS pak Polantas yang paling baru...


(tangan petugas mengepal dan membuka berulang kali, tanpa tiupan peluit)
Gerakan ini mengingatkan bahwa mulai 2010, motor yang tidak menyalakan lampu utama di siang hari akan kena denda sebesar Rp. 100.000,-
Hayooo... Pilih nyalain lampu atau ditilang?

33 komentar:

  1. terima kasih untuk pengetahuannya sobat...mudah-mudahan bisa membantu teman-teman pengendara

    selamat malam & selamat beristirahat :D

    -salam- ^_^

    BalasHapus
  2. pak polisi yg terhormat...tolong donk, untuk pengamanan lalu lintas, setiap kendaraan yang tidak memberikan lampu sign untuk berbelok arah (kanan-kiri) diberi disiplin yg tegas....terkadang banyak pengendara tidak memberikan lampu tanda berbelok arah tiba2 belok saja...kan membahayakan pengendara yg ada d belakng....tahun 2010 perlu dibuat peraturan tegas mengenai pendisplinan ini...lampu send/sign kan dibuat bukan sebagi aksesoris kendaraan tetapi digunakan sebagai tanda....terima kasih, robin sirair, Tangerang

    BalasHapus
  3. alhamdulillah.... dengan adanya Blog ini saya sedikitnya dapat tahu arti dari gerakan tangan pak polisi,biasanya kalo pak polisi gerakan tangan ke arah saya,saya merasa takut dan gugup seolah-olah polisi mau nilang saya..ternyata pak polisi baik ya kalo udah ada di BLOG hehehhehe.....

    BalasHapus
  4. Bravo! Bagus sekali Pak Info-info di blog ini, tambah terus ya Pak..
    Ngomong2, dalam bahasa inggris, tangan (hand) itu dari pergelangan sampai ujung jari lho pak, jadi baiknya pake lengan aja, hehe.. just intermezzo :)

    BalasHapus
  5. Terima kasih, Pak!

    Saya yang di post sebelumnya bertanya tentang isyarat Polisi. Sebelumnya saya sudah bertanya kepada polisi lalu lintas di pos dekat rumah, dan sudah dijawab. Tapi dengan ini terlihat lebih jelas dan bisa lebih saya hafal, terima kasih sekali lagi.

    Setelah bertahun-tahun menggunakan jalan, baru sekarang saya memperoleh SIM dengan prosedur yang betul-betul benar, dan karenanya saya jadi benar-benar tahu tentang aturan-aturan lalu lintas (juga peraturan yang paling baru), markah jalan, isyarat polisi dan lain-lain. Hal itu ternyata membuat saya merasa jauh lebih nyaman dalam berkendara, rambu dan markah bukan lagi sekedar hiasan jalan yang tak terlihat kecuali yang sebelunmnya memang sudah sangat jelas seperti 'dilarang memutar', melainkan petunjuk yang membantu saya berkendara dan bersikap di jalan. Saya juga sudah tidak bingung lagi kendaraan mana yang harus jalan duluan di setiap situasi di jalan!

    Ketidaktahuan itu memang salah saya, tapi saya harap pihak kepolisian juga akan lebih giat lagi dalam 'memaksa' agar masyarakat secara umum tahu betul tentang aturan-aturan jalan, salah satu nya dengan betul-betul memastikan masyarakat memperoleh SIM dengan benar. Masih banyak peluang untuk 'menembak' SIM yang tersedia bebas di tengah masyarakat.

    BalasHapus
  6. Trimkasih Infonya pak, kalo bikin BPKB roda 2 yang baru berapaan yah...??? abis BPKB gw hilang...prosedurnya gmn ya...mohon infonya trimakasih....ady.singapore@yahoo.com

    BalasHapus
  7. Frist Vicky Sembiring DepariRabu, 23 Desember, 2009

    sebelumnya saya ucapkan terimakasih buat bapak...
    jujur ini sangat membantu saya...

    tapi bicara soal nyala lampu di siang hari..jujur saya kurang respobn terhadap aturan UU No 22 Tahun 2009 tersebut karena selain tidak efisien..menghabiskan aki motoer dan lampu cepat putus sehingga habis duit untuk membeli lampu terutama buat saya anak kos perantauan yg orangtua kerja membantu orang lain...

    selain itu nyala lampu pada siang hari lebih cocok buat motor yg lintas keluar kota pak, dalam kota motor tidak akan pernah klebut karena kecapatan maksimal hanya 60 km/jam... nyakla lampu siang hari membuat silau sehingga dapat menyebabkan kecel;akan lalu lintas pak...
    tolong ketentuan UU tersebut di riview kembali..
    cari solusi yg lai pak...
    sekian dan tyerima kasih banyak pak...
    Tuhan Memberkati..

    BalasHapus
  8. pak polisi...saya mau tanya knp kok hrus memakai sepion 2?? trus knp hrs menyalakan lampu d siang hari?? fungsix buat apa?trus knp jg hrus pake helm standart??

    klo bs jga jangan ada yg namax penyogoan.hehe

    saya kan suka melanggar jd tlong d jawab.biar saya tau maksudx apa.hehe

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  10. Kalo gak salah, fungsi spion untuk melihat yang di balakang, kalo lampu supaya, dari kaca spion pengendara di depan lebih jelas melihatnya, kalo helm sudah pasti untuk perlindungan diri, sekalian mau ngasi saran nich pak polisi, kalo polisi sendiri atau aparat (baik itu polisi, TNI, maupun PM) yang melanggar kok di biarin, saya pernah mengikuti polisi yang sedang melaju di jalur busway, jau di depan polisi sudah melihat yang melanggar tersebut, tapi kok dibiarkan, apakah karena sesamanya, di lain waktu, saya penah sendirian juga melewati jalur cepat tersebut sendirian, di tilang, apakah karena aparat boleh melanggar ato gimana . . . ??? sebelumnya terimakasih atas penjelasannya . . .

    BalasHapus
  11. kl di siang hari harus menyalakan lampu repot dunk pa, apa bapak mau menyediakan Aki + Bolham Gratisss????.....dan kl menurut saya peraturan itu kurang efektip pak..????masa siang hari nyalain lampu sih kan ga gelap."Pak?justru malam hari yang gelap ga ada tuh peraturan"Wajib menyalakan lampu d malam hari"seharusnya itu yg harus d fikirkan terlebih dahulu.......

    BalasHapus
  12. Waduh..
    Bapak kurang propesional 'neeh...
    Polisi itu pelaksana aturan.
    Yang buat aturan itu DPR.
    DPR itu wakil rakyat.
    DPR mencoba membuat peraturan untuk melayani rakyatnya.
    Jadi kalau protes masalah aturan yang dibuat, jangan di blog ini pak.. :-D
    Protesnya ke anggota DPR yang bapak pilih dulu..
    Hehehe..

    BalasHapus
  13. Trima kasih untuk Bapak Polisi
    yg mau meluangkan waktunya ber-
    bagi dengan kami, para pengguna
    jalan.
    Melalui sosialisasi semacam ini
    tentunya juga akan lebih mudah
    memahami peraturan/perundangan
    yg ada. Bagi saya, hal ini sema-
    cam pengajian oléh ustadz, yang
    membagikan ikmu dengan bahasa
    yg mudah dicerna.... :)
    Untuk UU No. 22 th 2009, mohon
    dilaksanakan dengan sebaik-baik
    nya, dengan semangat memperbaiki
    budaya semrawut dijalan. Bukan
    karena tendensi tertentu.
    Sekali lagi blog yang bermanfaat
    ini, semoga menjadi penyambung
    keingin tahuan kami pada setiap
    peraturan yg kami belum paham...

    Thnks...

    BalasHapus
  14. Ini baru cummunity service beneran...senyumnya itu kelihatan seorang polisi sekolahan, Kapolri harusnya lihat blog ini, sangat ramah dan menjanjikan, menghilangkan rasa 'ngeri' lihat polisi dan jadi 'ayem'. Numpang tanya ada nggak buku pelajaran lalu lintas untuk ujian SIM? maklum anak saya udah 2 X ikut ujian sesuai prosedur tidak lulus...eh tapi ibunya yang notabene udah tua...pake jalan khusus (mohon maaf) langsung dipotret. Di Amerika ada buku pelajarannya. Maju terus Pak ... semoga sehat dan oke.

    BalasHapus
  15. @Hampura: Wah.. benar sekali pak.. Banyak yang bilang demikian.. Katanya senyum saya membawa kedamaian.. (wkwkwkw.. narsis mode ON)

    Kapolri?! Wah jangan sampai pak!!!
    Kasihan pak Kapolri kalau sempat baca blog saya.. Nanti kalau ketahuan, bapak Kapolri bisa di demo sama mahasiswa-mahasiswa kita yang terpelajar, tuntutannya, "Kapolri gak kerja... Kerjanya baca-baca blog aja... mentang-mentang abis nembak teroris..." Wkwkwkwkw...

    Cukup saya aja pak yang didemo gara-gara main blog2an gini...

    Masalah SIM, kita beranjak ke NEGARA MAJU pak, dalam budaya negara maju, tidak lulus ujian SIM adalah suatu hal yang biasa. Di Amerika, tidak punya SIM adalah suatu hal yang wajar, bukan sesuatu yang tabu... karena menguasai peraturan lalu lintas dan menguasai kendaraan tidaklah mudah pak.
    Kalau masih putra/i bapak yang bisa lolos lewat jalan belakang, saya selaku penulis blog mohon informasi pak, di Satpas mana yang masih bisa main jalan khusus? Saya jadi pengen main ke sana nih.. Hehehehe...

    BalasHapus
  16. @Wiro: terima kasih banyak pak Wiro..

    BalasHapus
  17. makasih infonya, ada yg nanya ke blog saya
    www.andimarlinasyam.wordpress.com tentang gerakan2 tgn polisi ini... saya arahkan ke sini saja .. ijin yaaa :-)

    BalasHapus
  18. @Andi eM eS: Silahkan disebarkan bu, senang bisa membantu..

    BalasHapus
  19. Gerakan yang sangat indah pa polisi,, jika semua kenyataan dilapangan pa. polisi yang bertugas dijalan melakukan hal ini, mungkin lebih bagus ya pa?karna terjadang saya sering lihat pa.polisi lalu-lintas yang gerakanya itu ga jauh beda dengan tukang parkir, malahan suara pluitnya lebih kenceng tukang parkir persimpangan..maf ya pa?secara tugas saya salut sama polantas yang bekerja ditengah jalan raya, bergelut dengan bisingnya suasana macet kendaraan, debu dan asaop knalpot, panas dan hujan..tapi polisi lalu-lintas tetap konsisten pada tugasnya,,hanya imej saja dikarenakan banyak oknum jadi imej polantas itu kurang baik.

    BalasHapus
  20. @anton: hehehe.. bener mas Anton.. Polantas di jalan karena jam terbangnya jauh diatas tukang parkir, bahkan mereka terkadang kena shift jaga sampai 24 jam, jadinya asap CO, air hujan, kabut tengah malam dan subuh, dan banyak gas2 beracun yang mereka hisap sudah banyak merusak organ bagian dalam mereka, jadinya gitu deh... Hehehe.. Agak lemes2 dibanding tukang parkir.. Tapi tenang saja mas.. Saya yakin di dalam hati mereka, merka akan lakukan yang terbaik untuk keselamatan rekan-rekan di jalan.. Mereka tidak akan melarikan diri kalau ada kecelakaan di depan mata mereka.. (kalau tukang parkir kira-kira ngapain yah?) hehehehe...

    BalasHapus
  21. walah... ini nih... gara2 ga tau gerakan2 ini nih... poin saya berkurang waktu uji teori permohonan sim A (hanya dpt 18 poin). Akhirnya saya harus ngulang 7 hari lagi.
    Oh iya, apakah tidak ada remedial uji teori pada hari yang sama di SAMSAT Yogyakarta Pak? Soalnya di JKT katanya bisa langsung mengulang 1x dan kalau gagal, menunggu 2 minggu kemudian.

    Satu lagi Pak, tolong dimuat artikel mengenai kategori/jenis2 kendaraan berdasarkan sim lengkap dengan berat maksimal serta tinggi maksimal + muatan kendaraan berdasarkan peraturan lalu lintas (bukan acuan dr pabrik).

    Terima kasih banyak pak, maaf klo ada kesalahan penyusunan kata2.

    BalasHapus
  22. @JaRuleD: Secara prosedur, gagal ujian baik teori maupun praktek mengulang setelah 2 minggu. Kalau bisa diulang saat itu juga adalah kebijakan polisi di Satpas tersebut. (Koreksi dikit yah, tempat buat SIM namanya SATPAS, kalau ngrus berkas kendaraan baru di SAMSAT).

    Golongan SIM bisa bapak baca di topik judulnya "Golongan SIM" untuk mengetahui peruntukan golongan SIM untuk kendaraan apa saja.

    BalasHapus
  23. mengapa harus menyalakan lampu di siang hari,,kan sudah bisa melihat dgn jelas kalaw siang hari,,,,alsannya apa pak,,,!!!!???????????

    kami setuju kalaw saat hujan n malam hari ja,,,,,!!!

    BalasHapus
  24. @Tri Arbianto: Sudah saya buat diposting terbaru saya,silahkan baca. Kalau protes sama UU, jangan protes ke polisi, tapi bergabunglah bersama rekan-rekan Wakil Rakyat saat merancang UU tersebut, dan berteriaklah dengan lantang, "INTERUPSI!!!"
    Kami polisi hanya pelaksana penegak UU, pak.

    BalasHapus
  25. Pasti yang punya blog ini Pak Police,,..

    Good luck deh pak

    BalasHapus
  26. terimakasih untuk informasinya
    sangat membantu, kemaren belajar2 untuk bikin sim, ternyata pengetahuan tanda polisi kurang. belajar dulu di sini, eh soalnya keluar. Alhamdulillah lulus tanpa nyogok.
    sekali lagi maturnuwun. salam dari jogja

    BalasHapus
  27. wah, telat saya baca ini. mestinya baca ini sebelum ujian bikin SIM. tapi, lebih baik terlambat sama sekali. jadi tahu kalau nanti ketemu polantas yang sedang mengatur lalu lintas.

    BalasHapus
  28. @nico: Senang bisa berbagi pak.. Sama-sama..

    @ahyan: Betul pak.. Pulisi dari ndeso, kerjaan gak banyak, jadi sempet nulis2 blog.. :-D

    @salimagination: :-) Waaaaah.... Bahagia saya mendengarnya... :-) Semoga hal ini bisa 'menular' kepada rekan-rekan yang lain.. :-)

    @Milati Indah: gak ada kata telat bu.. :-) Setelah bisa mengetahui makna gerakan tangan petugas, kami boleh dong minta senyum ibu nanti.. Kami yang berdiri di tengah jalan, berjam-jam, rasanya bahagia banget loh bu kalau dikasih senyum oleh pengendara.. Apalagi ada yang nyapa kami.. Wah.. Surga rasanya menendang jauh kelelahan dan kedongkolan kami di jalan.. :-)

    BalasHapus
  29. ya ampun..gak nyangka bisa ketemu blog seperti ini .....seperti inilah seharusnya seorang pengayom .....
    mudah2an makin sering diupdate ya pak..terima kasih arti2 rambu nya..besok saya ujian Teori ..oh iya pak...mohon di app FB nya..siapa tau bisa menjalin persahabatan dengan rakyat jelata :D ..
    terima kasih sekali lagi untuk blog dan isinya

    BalasHapus
  30. @ordinary person: :-) senang bisa berbagi... terima kasih pak.. :-)

    BalasHapus
  31. hello pak ....
    perkenankan saya jumpa lagi :D
    pada hari ini jam 15.00 kebetulan tertangkap basah ketika ada operasi lalu lintas..pelanggaran yang saya lakukan adalah saya mengendarai motor dengan knalpot yang lumayan berisik...betul saya mengakui pelanggaran yang saya lakukan..
    Kebetulan sekali profesi saya berhubungan dengan hal-hal berbau litigasi & non litigasi,,tapi saya hanya pemula. dan sebetulnya saya baru saja keluar dari kantor Polres di unit Reskrim..
    Jadi sesampai dirumah karena jiwa muda yang menggebu2 hal keingin tahuan.saya memriksa surat tilang yang diberikan oleh petugas dijalan Raya..hehehhehe (sok banget ya :D)
    dalam Surat Tilang Tersebut tertulis pasal yang didakwaan kepada saya adalah Pasal 285 ayat 2 UU No.22 Tahun 2009.setelah saya teliti pasal dan ayat tersebut berisi tentang pelanggaran KENDARAAN RODA EMPAT...dan tidak ada berkaitan dengan knalpot roda 2 ... Seharusnya menerapkan pasal 285 ayat 1 tentang kendaraan roda 2 salah satunya itu syarat teknis yaitu knalpot dll..
    Bukan bermaksud memberikan pembenaran akan pelanggaran yang saya lakukan..tapi Merunjuk pada Asas legalitas dan novus dalam hukum pidana "Nulla poena sine culpa" artinya kurang lebih seseorang tidak dapat dipidana tanpa ada kesalahan"
    Jadi bagaimana mungkin saya menerima pidana denda dalam hal ini,,sedangkan saya gak pernah melakukan kesalahan yang disebutkan dalam pasal dakwaan (kendaraan Roda Empat)..apabila salah dalam pengetikan itu pun bisa mengakibatkan batalnya dakwaan..Dalam persidangan biasa ada kejadian Jaksa salah mengetik pasal di surat dakwaannya..dan hakim pun jelas menolak..
    Saya Pun sempat "BBM" kawan sekolah saya dulu yang menjadi polisi di Polres tsb,,dia hanya menjawab "tetep aja bayar denda,,udah dateng aja,,bayar paling 50 Rb"
    Bukan saya gak mau bayar,,atau mau membenarkan kesalahan saya,,tetapi saya harus menanggung denda pidana yang bukan kesalahan yang saya perbuat.?.. Waduh..Dzolim sekali (kata pak kyai mah gitu hehhhe :d)

    Pertanyaan saya kemana saya harus mengadu di tingkat kepolisian ? propam kah ? kalaupun ujung2nya saya didesak hal-hal lain yang sifatnya merugikan saya sendiri,,,saya pasti akan mengadu di tingkat Pengadilan...tetapi tujuan saya bukan itu,,tujuan saya ingin sama2 belajar membenahi sistem yang "tanda kutip"..dan sedikit mendapat teguran...bahwa rakyat jelata pun punya hak yan sama..hak kepastian hukum ..:D

    Demi kepentingan nama baik...saya gak akan sebutkan di Resort mana dan nama oknum tsb,....

    Kira2 nih pak ya,,apa yang harus saya lakukan ,,apakah sama seperti rekan saya yang mnyerankan "sudah bayar denda saja,gak usah dibuat cape"

    Karena hal-hal kecilah yang bisa buat bangsa ini bisa tumbuh menjadi bangsa yang besar...

    BalasHapus
  32. @ordinary person: nah loh! yang ini sih kesalahan fatal petugasnya mas.. silahkan laporkan langsung ke kasat lantas.. kalau tidak diperhatikan, baru laporkan kepada Provost satuan setempat. Saya yakin hal ini pasti diperhatikan untuk peningkatan profesionalisme polri. Jika tidak digubris juga, dipersilahkan menggunakan media massa lokal.

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

KOMENTAR, PERTANYAAN, SARAN, KRITIK

(Mohon maaf.. Berhubung prosedur membalas komentar via blogger cukup lama, fasilitas komentar saya matikan. Apabila rekan-rekan ada apresiasi, kritik, saran, komentar atau pertanyaan silahkan sampaikan di http://www.facebook.com/penulisblogpelayanmasyarakat . Terima kasih.)

Facebooker yang menyukai blog ini

Terima kasih untuk jempol(like)-nya yah rekan-rekan.. Senang bisa berbagi..